“Menembus Jatinangor dari Denpasar”, Angkutan Menuju Bali

Pertama kali menginjakkan kaki di tanah dewata sendirian ya ketika sudah berumur 23 tahun. Jika dulu waktu SMP ikut rombongan bus wisata dan se sekolahan kesanannya, kali ini bener – bener sendiri dari awal perencanaannya. Melihat toko online dengan serius h-3 bulan adalah kebiasaan, walo baru beli tiket PP sekitar sebulan sebelumnya.

Nah, perjalanan kali ini konsepnya harus murah dan paling sedikit memakan waktu. Yoi, “Kereta Api Indonesia” KAI

Start pemberangkatan adalah Jalan Raya Bandung-Sumedang Km 21 alias Jalan yang segaris ama kampus saya Universitas Padjadjaran.

Pemberangkatan

  1. Angkot Tanjung sari – Cileunyi (IDR 3000,00)

Ngambil start di pertigaan pangdam (pangkalan damri) yang arah pintu tol Cileunyi. Turun di depan pasar Cileunyi aja, biar enak sambil

2. Angkot Cileunyi – Cicahuem (IDR 5000,00)

Dari depan pasar tinggal nungguin angkot warna ijo yang menuju terminal Cicaheum, nanti turunnya di bundaran Cibiru sebelum belok ke kiri turun aja di yang angkotnya banyak.

3. Angkot Cibiru – Cicadas ( rekomendasi bayarnya Rp 7000,00)

Dari Cibiru, ambil angkot yang bertuliskan Cibiru – Cicadas. Untuk angkot ini emang jarang banget ngetem, jadi walopun perjalanan jauh juga 10 menitan juga sampe apalagi kalo mau ngejar kereta pagi Pasundan. Turun di pertigaan sebelah gate masuk stasiun Kiaracondong dan cukup bayar 6-7 ribu. photo0210.jpg

4. Kereta Api Pasundan Bandung Kiaracondong – Surabaya Gubeng (IDR 94000,00)

Jam 5.30 – 21.44 WIB

photo0230Kalo kereta ini emang paling ekonomi harganya dan untuk kenyamanan berkendara jarak jauh mending beli di toko online semacam traveloka.com, tiket.com, bukalapak.com tokopedia.com, biar sekaligus dapat milih kursi yang 2-2 deket jendela. Dan nggak jarang toko – toko tersebut memberi diskon atau cashback. Maknyuss

Inget banget ini kereta waktu di Stasiun Gubeng datengnya kecepetan 2 menit, salut.

5. Kereta Api Probowangi Surabaya Gubeng – Banyuwangi Baru ( Rp 56000,00)

Jam 4.25 – 11.45 WIBphoto0237

Karna perjalanan waktu itu hari jumat jadi, langsung cus nyari masjid. Nah, masjid sendiri sangat deket dengan pintu masuk menuju pelabuhan Ketapang depan – depanan sama pelabuhan.

6. Kapal Feri Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk (IDR 6500,00)

(sekitar) Jam 13.15 WIB – 14.30 WITAphoto0248

 

Dari pintu keluar Stasiun Banyuwangi Baru tinggal lurus, jalan raya ambil kanan, nggak usah nyebarang. Trus kalo liat tulisan Pelabuhan Ketapang baru deh masuk. Oya, jangan lupa siapkan uang pas dan KTP asli biar yang antri nggak kelamaan, dan kita bisa langsung naik kapal yang tercepat. Perjalanan keseluruhan cuman sejam aja.photo0356

Nanti di tengah – tengah selat Bali, ketika kapal mulai bermanufer untuk memotong arus jam di handphone akan menyesuaikan waktu di Bali, jadi kalo liat jam keliatan waktunya udah dua jam aja. Jadi jangan kaget…photo0352

7. Bus ASDP Terminal Gilimanuk – Terminal Ubung (IDR 40000 – 50000,00)

(sekitar) 15.00 – 19.00 WITA

Karna ini udah masuk Terminal Gilimanuk, nanti akan ada pengecekan KTP lagi dari sanannya. Dan, jika banyak preman yang nawarin ini – itu pastikan untuk masuk ke dalam terminalnya dulu dan melihat bis tujuan Terminal Ubung di Denpasar.

Bisnya sendiri ada dua jenis, yang ber-AC dan non-AC. Dan keduanya jarak antar kursi bener – bener sempit, tapi harga segitu dan jarak yang ditempuh worth it sob.

Habis ini menuju Denpasar saya nginep dan dijemput sama temen, lumayan jauh memang dari pusat kota. Atau lebih tepatnya banyak banget jalan searah yang cukup ribet dihafal untuk sekali datang kesini. Dan, jika kalian nggak punya kenalan di sini sebisa mungkin udah instal aplikasi ojek online atau minimal tau persis posisi penginapan dan target wilayah yang akan dikunjungi. Mengingat nggak ada kendaraan umum semacam angkot atau bis mini di daerah ini, apalagi kalo malam ojek atau taksi. Untuk ojek online, harap rada menjauh dari terminal, karna banyak yang tidak suka dan menghalangi.

photo0263

Bis ini ber-AC jadi rada beda tiketnya, kalo yang biasa 40ribu seperti model – model Kopaja zaman sebelum gabung Trans Jakarta bisnya.

Kepulangan

  1. Bus ASDP Terminal Gilimanuk – Terminal Ubung (nonAC IDR 40000,00)
  2. Kapal Feri Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk (IDR 6500,00)
  3. Kereta Api Mutiara Timur (malam) Surabaya Gubeng – Banyuwangi Baru (executive IDR 155000,00 – 200000,00 disc. IDR IDR 65000,00)
  4. Kereta Api Pasundan Bandung Kiaracondong – Surabaya Gubeng (IDR 94000)
  5. Angkot Cibiru – Cicadas (IDR 5000,00 – 7000,00)
  6. Angkot Cileunyi – Cicahuem (IDR 5000,00 – 7000,00)
  7. Jalan Kaki (gratis)

Inti dari setiap perjalanan adalah perencanaan yang mantab. Walopun kalian punya uang cukup banyak, kadang disitulah tantanngannya, untuk menggunakan uang se-optimal  mungkin. Selain memang untuk ditabung dan digunakan hal – hal yang perlu dilain hari. Nah, kenapa destinasi ke Bali, karna pulau ini tertata rapih dan terlanjur punya tempat di hati para turis dunia sob. Jika kalian pernah jalan – jalan (kaki) ke Jogja, maka rasa kalian akan merasakan ke mewahannya di pulau Dewata ini. Mungkin satu hal yang rada kurang. Angkutan umum yang terbatas jumlah dan trayek cukup menciderai sebuah wilayah di zaman milennial ini. Thanks for read it….

Advertisements

Melawan arah, Ngetem, atau melewati trotoar

photo0177Selama ini sebuah kota atau daerah yang sebelahan ama kota (alias coret) jalanan selalu lebih padat, rame dengan kendaraan bermotor. Minim banget yang bersepeda apalagi yang jalan kaki, rare
Berbagai model rambu – rambu lalu lintas terbentang di pinggiran jalan. Berbagai tipe psikologi pengendara juga menjejalinya. Termasuk juga menggelikannya tingkah – tingkah para pekerja parkiran.
Oke, judul diatas jelas bukan jenis tipe opsional apalagi sesuatu yang sebanding. Perlu jenis selera humor tingkat tinggi untuk menanggapi dan memberikan solusinya. Jika kita dulu menganggap angkot photo0199photo0336merupakan no. 1 biang kemancetan karena ngetemnya, sekarang – sekarang mereka mulai lupa akan berapa pertumbuhan usia produktif manusia Indonesia yang diikuti dengan kenaikan jumlah kendaraan bermotor yang naik drastis.
Jika kesedihan karena lagi enak – enak naik sepedah di klakson dari depan (yang nglawan arah) maupun belakang, siapin tasbih 33 butir. Karna kemungkinan keluar kalimat budaya dari mulut/hati bener – bener nggak tertahankan. *anj**
Hanya penasaran bagaimana orang – orang dengan kesadaran dan kelengkapan jasmaninya begitu PeDe aja dengan perlawanan tersebut. Wajah – wajah ngebut bermotor naik trotoar, sering bikin bibir tersenyum. Walopun seseorang lagi jalan udah nyaman dan nahan pipis berjam – jam, motor dari belakang nyrobot ke depan. Mental yang kuat…
Serius, penasaran bagaimana perasaan mereka, itu aja sih. Kalo dilihat dari wajahnya sih lempeng – lempeng aja. nothing to shame.
Penasaran untuk ngebuat penelitian mengenai “studi komparatif efek negatif dari mengambil jalan mutar dengan melawan arah terhadap nilai ekonomi rumah tangga”. Pasti seru…hhh
Terakhir, jelas ini bukan makna mengkritik atau apa. mengingat saya juga sering nyebrang jalan yang nggak resmi. Ya masih membiasakan untuk tertib lagi. Karna disini naik sepedah aja macet sob…
Kadang juga memaklumi walopun lebih sering meneriaki (dalam hati). Karena putaran untuk enggak melawan arah itu jauh banget mana kondisi jalanan juga panas. Terlebih lagi ketika pada naik ke trotoar, lampu merah di kota itu emang ratusan detik ditambah lagi asap dan macetnya.
Untuk angkot yang ngetem, kadang gue rasa kenapa halte atau pos – pos pemberhentian itu jauh dari perumahan atau tempat rame, atau kalo sekalinya ada deket jalan, ya angkot masih di jalan, pantesan jalan padet kan.
Mungkin suatu hari ada angkot yang punya jam lalu lalang yang pasti dan pas harga tiketnya. Karna era trans and mass transit transportasi jelas mendesak banget ama pendapatan angkot – angkot yang cuman dilindungi ama Organda.
Ya, someday mungkin. Trotoar digunain sesuai dengan fungsinya. Dan makin banyak yang ngegunain sepedah atau jalan kaki ketika berangkat ke kantor atau sekolah. Think positive///

photo0404

Munculnya pesaing baru dan tumbuhnya darah muda

utwtKali ini seed atas yang diunggulkan menjuarai UTMB (Ultra-Trail du Mont-
Blanc) 2017 bakalan jatuh pada nama – nama elit lama, Kilian Jornet
Burgada, Francois D’Haene, Xavier Thévenard, Jim Walmsley, dan Luis
Alberto Hernando.

Mereka – mereka difavoritkan bukan tanpa sebat atau cuman sempet
bertengger di papan atas UTMB terdahulu. Tapi mereka juga merupakan raja –
raja ultra trail di beberapa kesempatan turnamen. Sebut saja Jim Walmsley
yang bulan Juni kemarin merajai Western States Endurance, ultra 100 mile
yang menembus pegunungan California, US.

Hanya saja emang UTMB kali ini seperti ajang reuni “dewa” ultra trail. Ada
Mang Jornet, Wak D’Haene, dan Mang Thévenard semuanya udah pernah menjadi
juara UTMB 2 kali, kecuali Mang Jornet yang terbanyak yaitu 3
kali.#beuuh…

UTMB masih akan melombakan sensasi ultra dan tanjakan pegunungan (trail)
sejauh 166 km dengan elevation gain lebih dari 9,600 m diatas permukaan
air laut. Kalo diibaratkan lari dari bawah sampe puncak Gunung Semeru PP
tiga kali. Oya, jangan lupa ini Eropa ada angin dan air es. hehe

Nah, UTMB sendiri termasuk serangkaian Ultra trail world tour (UTWT), yang
didalamnya ada Vibram Hongkong 100K, Patagonia Run, dan Western states
endurance run. Makanya kalo mau ikutan UTMB ada minimal poin yang mesti
diperoleh, mau dari even ultra trail lokal atau Wold Tour juga. Cuman poin
di UTWT ya gede banget, dan makin memperbesar kesempatan ikutan UTMB deh.

Oya, mengenai siapa favorit saya di even lari ultra pegunungan 3 negara
Courmayeur (Prancis) – Champex (Itali) – Chamonix (Swiss), adalah Pau
Capell. Temen senegaranya Mang Jornet dan Mang Hernando Alzaga. Karna
masih muda (25 tahun) dan sekarang jadi pemegang puncak klasemen di UTWT.
Walo emang pasti rada berat ama Mang Jornet dan pionir-pionir UTMB
terdahulu semoga ada perlawanan di Champex. Kemudian juga berharap ada
kejutan dari vlogger Sage Canaday (US) ambasador Hoka One One (bacanya kaya bahasa Indonesia ya!!).

 

https://www.facebook.com/UltraTrailWorldTour/
http://www.irunfar.com/2016/11/2017-ultra-trail-world-tour-schedule-
announced.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Ultra-Trail_du_Mont-Blanc
http://utmbmontblanc.com/en/page/233/2017%20Elite%20athlete.html

Mengapa Lari…

why run…dulu pertama kali lari trail di even kampus
(dan akhirnya kapok hingga sekrng) 2014
melewati kaki gunung Manglayang (masih kaki ya)
pake sepatu yg sama dipake pas kuliah, badminton,
maupun ke acara formal lain.
Jd nggk pernah kepikiran unt lari sambil
nikmatin suasana indah rute lari-nya.

hari ini, 2017

Karna tujuan lari sekarang2 mulai berkembang dari
murni race ke style dan
fashion (nggk salah sih), mungkin jika dokumentasi even trail
yg diadakan di pegunungan Manglayang
lokal nambahin drone dan sedikit dubbing dan text
yang memotivasi unt berlari trail (contoh Hongkon trail, video di bawah) https://www.youtube.com/watch?v=ON2xJkGiq_k


mungkin bisa membuat orang2 berjubel ke garis start keluar dari
sarangnya….

untuk menikmati kesegaran Gn. Tertinggi di Jatinangor, maksudnya. hehe…

l3bSecara keseluruhan untuk tahun 2017 ini
ada 8 even lari (resmi) yang diadakan
oleh Kampus Perguruan tinggi, 3 di UI,
2 ITB, 1 Unpad, 1 ATMI, dan 1 di IBS
(Indonesia Banking School).
Hanya yang di Unpad yang berjalurkan trail
alias pegunungan (bangga kampus sendiri).

Kalo di liat sekarang-sekarang emang dari
perusahaan finansial hingga pendidikan
mulai menggemari olahraga lari.
Ngebuat komunitasnya hingga ngebuat
even resminya. Dari sekedar race
untuk atlet pro hingga pelari yang
mengejar foto sebanyak – banyaknya.

Prediksi, mungkin 2018 akan ada lebih
dari 200 even lari yang digelar di penjuru
Nusantara dengan berbagai EO-nya. Tapi jangan
lupa untuk selalu memberikan standar pelayanan
lari minimal water station sesuai aturan IAAF.

Mari sejukkan #L3B di Kampus Jatinangor, Universitas Padjadjaran
Sabtu, 30 September 2017

7 cidera umum abis lari

Cidera pada bagian lari ini biasanya akan kerasa makin nyeri sesuai dengan
intensitas lari dan jarak yang ditempuh (millage). Semua cidera ini juga bisa
dirasakan jika seseorang yang amat sangat jarang lari, ngelakuin lari jarak jauh
diatas kebiasaan dan kemampuan. Tapi cepet sembuhnya.
Hanya saja, sebenernya cidera – cidera ini juga dialami ama pelari profesinal
sekalipun, hanya saja paling cuman satu dua jenis ciderannya. Begitupun mereka
udah tahu cara ngobatinnya dari awal.
Nah ini nih bagian tubuh yang cidera yang umum terjadi pada pelari:
1. Lutut (Patellofemoral pain syndrome)
2. Paha (Illiotibial band synddrome)
3. Tulang kering (Shin Splint)
4. Pergelangan
5. Tumit (Achilles tendonitis)
6. Telapak kaki (Plantar Fasciitis)
7. Pinggang rada bawah (Iliotibial band syndrome)

Cara Menanganinnya

Cidera tersebut bisa diminalisir, dengan memperbaiki posisi tubuh ternyaman waktu
lari. Minimal standar adalah posisi tubuh tegak. Kaki mantab dengan bagian ujung
yang mendarat terlebih dahulu, dan ayunan tangan mengayun tidak membebani pundak.
Yang, paling ampuh juga untuk mengurangi rasa sakit adalah menggunakan es. Selama
jenis ciderannya nggak parah, nggak sampai beminggu-minggu kerasannya, dan masih
bisa jalan insyallah masih aman. Kecuali jika sampai menunjukan tanda – tanda
bengkak, maka segera dilarikan ke rumahsakit (bukan tukang pijit).

Untuk intensitas lari yang aman sebenernya udah banyak jadwal yang pas untuk lari
tersedia di internet. Tinggal nyesuain sama kondisi tubuh, kapan harus istirahat,
lari pelan, setengah kencang, atau sprint. Intinya sih jangan sampai overtrained,
secukupnya aja, kalopun mau memutuskan jadi pro ya udah semestinya ke klub lari
pro juga.

Kalo masalah sepatu, pilih sepatu yang ori. Nggak selalu mahal, ada juga produksi
lama dan bekas yang masih layak untuk dipakai maraton sekalipun. Keunggulan sepatu
ori ya, bahan dan jenis sepatunya udah dibuat sedemikian rupa.

Karna lari bukan untuk kompetisi sob. Tapi, melakukan #challange

Rekreasi di Ancol dengan Berlari

photo0093Kali ini merupakan weekend yang cukup berbahagia, liburan dengan menikmati Jakarta yang lancar jaya dan dibeliin tiket masuk Ancol gratis sama Allianz Indonesia.

Sebenernya niat awal ke ibukota nggak lain nggak bukan adalah main ke temen – temen lama didaerah Kuningan (segitiga emas). Dan kebetulan ada juga acara lari 10K yang bertajuk #AllianzSweatChallenge

Allianz World Run Indonesia 2017 sekaligus peresmian sebuah taman hijau  #AllianzEcopark. Ada juga pemecahan rekor MURI side Plank terbanyak dengan partisipan sebanyak 1760. Yang, sama – sama masih berlokasi di taman impian jaya Ancol, Pademangan, Jakarta utara.

photo0063Dan, karna pertama kali berlibur di taman wisata ibukota seluas 577 hektar akhirnya kejadian nyasar terjadi. Dikira awalnya even lari akan dimulai dari pintu masuk b

photo0064.jpg

arat ancol langsung, karna memang tidak paham maksud pintu Lobi Allianz ecopark yang tertera di tiket. Dan, tersesat masuk ke dalam jauh, hingga  terlambat startline hingga mungkin 10 detik lebih nu

photo0067

ker race tee, ganti kaos, dan nitipin baju. Emang, semangat nggk cukup sob untuk sekedar memenangkan pertandingan. #boom

 

 

Baru tau juga wahana yang luasnya minta ampun itu bisa juga untuk trekphoto0077 lari. Enak ada arboretum ala Allianz, lautan lepas langsung Tanjung priok, dunia fantasi yang menggiurkan daya tarik orang dewasa juga, dan tentunya jalanan beraspal luas yang mulus.

 

Pada even lari 10K kemar

in termasuk juga rangkaian untuk kegiatan amal #daretocare yang ditrack menggunakan aplikasi smarthphone endomondo. Dan, hp saya nggak ngerecord 1km-pun. #soosad

 

FYi, Allianz Indonesia merupakan sponsor utama untuk asuransphoto0068i even Maybank Bali Marathon (MBM) 27 Agustus yang akan datang. Kemarin juga mereka sampe memberikan doorprize-nya tiket MBM.

 

Ucapan terimakasih juga untuk Mas yang kemarin memberikan pe

nunjuk jalan menuju toilet di pintu barat. Kemudian juga nggak kalah salut untuk semua panitia,yang udah dari jam 2 pagiphoto0072saya ganggu dengan sms pertanyaan perihal tiket. Para penjaga lintasan yang buanyak banget hingga nggak bakal membuat para pelari bakal nyasar. Water station (WS) walopun di even yang nggak berbayar tetep ada disetiap 2,5 Km, photo0066keren nggak tuh?!!. Juga standar nutrisi untuk finish ada air mineral, buah semangka dan pisang berjibun bebas mau ngambil berapa, sampek snack aneka roti dari panitia nggak kemakan sebijipun-saking kenyangnya makan buah (maaf ngambil banyak..hh). Mungkin yang nggak ada tim medik di track, mungkin emang karna bertajuk fun run bukan race run ya. Adanya di pos start/finish.

 

 

Sensasi berlari di tepi laut yaitu badan bakalan over heat banget, karna emang biasa lelarian di dataran sejuk Sumedang. Cuman di 2 kilometeran akhir bakal didinginin ama ruang hijau 3 hektar tanaman di Allianz ecopark.

Lari 10K akhirnya memberikan bekas yang #maknyuss bagi saya pribadi. Selain tembus personal best (PB) 10 km dibawah 53 menit 5 Km di sekitaran 22 menit. Trakhir, lari yang diadain ama Allianz Indonesia ini bagi saya merupakan;

  1. sirkuit lari pertama kombinasi hutan dan tepian laut,
  2. even lari untuk amal/ charity terbaik yang pernah saya ikuti, baik organizer-nya maupun sarananya,
  3. sementara secara keseluruhan AWR Indonesia 2017 merupakan trek lari terbaik kedua setelah kebun raya bogor#KRB200 (overall).

 

 

photo0070.jpg

Pohon Wasiat

Pernah liat nggak kalo di Jepang tuh ada tradisi nanem pohon untuk setiap satu kelahiran? iya gue sih taunya di Anime Usagi no Drop (うさぎドロップ) yang diadopsi dari karangan Yumi Unita. Cuman kalo dipikir – pikir juga keren nih nanem pohon (Kayu) tahunan untuk sebuah nyawa yang masih hidup. Pastinya nggak bakal banyak yang protes kalo IbuKota makin panas. Atau emang jiwanya yang emang suka ngeluh di medsos,,,hmmng

Kalo itung-itungan ilmiahnya, 1 buah pohon bisa ngehasilin 5 mili liter (seperseribu liter) Oksigen segar dalam satu jam, itupun bakal naik volumennya seiring pertumbuhan cabang, ranting yang berdaun lebat. Nah, kebutuhan manusia cukup 50 liter oksigen untuk setiap hirupan/jamnya. Kebayangkan betapa segernya jika masyarakat pada nanem pohon, ngehirup udara teh enak gitu kaya pas lagi maen di Allianz ecopark, Ancol atau Kebun Raya Bogor. Kaya ada sensasi adem – ademnya dalam idung. bersih, segerrrrrr.

Sebenernya fenomena nanem-menanem di kampung ane Aryojeding – Tulungagung bukan hal yang ngejutin sih, tiap hari juga ngerasain betapa segernya udara dan nimatnya. Itupun sadar ketika udah rada lama di daerah dan ke kota – kota besar ala Jakarta-Bekasi, mayoritas emang udaranya kontribusi dari kendaraan bermotor.

Nah, sebagai rekomendasi gue saranin nanem pohon buah aja biar gampang, mau investasi atau nanem sendiri dari hasil cangkokan. Atau berprinsip orang desa, nanem kelapa biar hasilnya bisa untuk anak cucu. #sip sekian trimakasih