Mengapa Lari…

why run…dulu pertama kali lari trail di even kampus
(dan akhirnya kapok hingga sekrng) 2014
melewati kaki gunung Manglayang (masih kaki ya)
pake sepatu yg sama dipake pas kuliah, badminton,
maupun ke acara formal lain.
Jd nggk pernah kepikiran unt lari sambil
nikmatin suasana indah rute lari-nya.

hari ini, 2017

Karna tujuan lari sekarang2 mulai berkembang dari
murni race ke style dan
fashion (nggk salah sih), mungkin jika dokumentasi even trail
yg diadakan di pegunungan Manglayang
lokal nambahin drone dan sedikit dubbing dan text
yang memotivasi unt berlari trail (contoh Hongkon trail, video di bawah) https://www.youtube.com/watch?v=ON2xJkGiq_k


mungkin bisa membuat orang2 berjubel ke garis start keluar dari
sarangnya….

untuk menikmati kesegaran Gn. Tertinggi di Jatinangor, maksudnya. hehe…

l3bSecara keseluruhan untuk tahun 2017 ini
ada 8 even lari (resmi) yang diadakan
oleh Kampus Perguruan tinggi, 3 di UI,
2 ITB, 1 Unpad, 1 ATMI, dan 1 di IBS
(Indonesia Banking School).
Hanya yang di Unpad yang berjalurkan trail
alias pegunungan (bangga kampus sendiri).

Kalo di liat sekarang-sekarang emang dari
perusahaan finansial hingga pendidikan
mulai menggemari olahraga lari.
Ngebuat komunitasnya hingga ngebuat
even resminya. Dari sekedar race
untuk atlet pro hingga pelari yang
mengejar foto sebanyak – banyaknya.

Prediksi, mungkin 2018 akan ada lebih
dari 200 even lari yang digelar di penjuru
Nusantara dengan berbagai EO-nya. Tapi jangan
lupa untuk selalu memberikan standar pelayanan
lari minimal water station sesuai aturan IAAF.

Mari sejukkan #L3B di Kampus Jatinangor, Universitas Padjadjaran
Sabtu, 30 September 2017

7 cidera umum abis lari

Cidera pada bagian lari ini biasanya akan kerasa makin nyeri sesuai dengan
intensitas lari dan jarak yang ditempuh (millage). Semua cidera ini juga bisa
dirasakan jika seseorang yang amat sangat jarang lari, ngelakuin lari jarak jauh
diatas kebiasaan dan kemampuan. Tapi cepet sembuhnya.
Hanya saja, sebenernya cidera – cidera ini juga dialami ama pelari profesinal
sekalipun, hanya saja paling cuman satu dua jenis ciderannya. Begitupun mereka
udah tahu cara ngobatinnya dari awal.
Nah ini nih bagian tubuh yang cidera yang umum terjadi pada pelari:
1. Lutut (Patellofemoral pain syndrome)
2. Paha (Illiotibial band synddrome)
3. Tulang kering (Shin Splint)
4. Pergelangan
5. Tumit (Achilles tendonitis)
6. Telapak kaki (Plantar Fasciitis)
7. Pinggang rada bawah (Iliotibial band syndrome)

Cara Menanganinnya

Cidera tersebut bisa diminalisir, dengan memperbaiki posisi tubuh ternyaman waktu
lari. Minimal standar adalah posisi tubuh tegak. Kaki mantab dengan bagian ujung
yang mendarat terlebih dahulu, dan ayunan tangan mengayun tidak membebani pundak.
Yang, paling ampuh juga untuk mengurangi rasa sakit adalah menggunakan es. Selama
jenis ciderannya nggak parah, nggak sampai beminggu-minggu kerasannya, dan masih
bisa jalan insyallah masih aman. Kecuali jika sampai menunjukan tanda – tanda
bengkak, maka segera dilarikan ke rumahsakit (bukan tukang pijit).

Untuk intensitas lari yang aman sebenernya udah banyak jadwal yang pas untuk lari
tersedia di internet. Tinggal nyesuain sama kondisi tubuh, kapan harus istirahat,
lari pelan, setengah kencang, atau sprint. Intinya sih jangan sampai overtrained,
secukupnya aja, kalopun mau memutuskan jadi pro ya udah semestinya ke klub lari
pro juga.

Kalo masalah sepatu, pilih sepatu yang ori. Nggak selalu mahal, ada juga produksi
lama dan bekas yang masih layak untuk dipakai maraton sekalipun. Keunggulan sepatu
ori ya, bahan dan jenis sepatunya udah dibuat sedemikian rupa.

Karna lari bukan untuk kompetisi sob. Tapi, melakukan #challange

Rekreasi di Ancol dengan Berlari

photo0093Kali ini merupakan weekend yang cukup berbahagia, liburan dengan menikmati Jakarta yang lancar jaya dan dibeliin tiket masuk Ancol gratis sama Allianz Indonesia.

Sebenernya niat awal ke ibukota nggak lain nggak bukan adalah main ke temen – temen lama didaerah Kuningan (segitiga emas). Dan kebetulan ada juga acara lari 10K yang bertajuk #AllianzSweatChallenge

Allianz World Run Indonesia 2017 sekaligus peresmian sebuah taman hijau  #AllianzEcopark. Ada juga pemecahan rekor MURI side Plank terbanyak dengan partisipan sebanyak 1760. Yang, sama – sama masih berlokasi di taman impian jaya Ancol, Pademangan, Jakarta utara.

photo0063Dan, karna pertama kali berlibur di taman wisata ibukota seluas 577 hektar akhirnya kejadian nyasar terjadi. Dikira awalnya even lari akan dimulai dari pintu masuk b

photo0064.jpg

arat ancol langsung, karna memang tidak paham maksud pintu Lobi Allianz ecopark yang tertera di tiket. Dan, tersesat masuk ke dalam jauh, hingga  terlambat startline hingga mungkin 10 detik lebih nu

photo0067

ker race tee, ganti kaos, dan nitipin baju. Emang, semangat nggk cukup sob untuk sekedar memenangkan pertandingan. #boom

 

 

Baru tau juga wahana yang luasnya minta ampun itu bisa juga untuk trekphoto0077 lari. Enak ada arboretum ala Allianz, lautan lepas langsung Tanjung priok, dunia fantasi yang menggiurkan daya tarik orang dewasa juga, dan tentunya jalanan beraspal luas yang mulus.

 

Pada even lari 10K kemar

in termasuk juga rangkaian untuk kegiatan amal #daretocare yang ditrack menggunakan aplikasi smarthphone endomondo. Dan, hp saya nggak ngerecord 1km-pun. #soosad

 

FYi, Allianz Indonesia merupakan sponsor utama untuk asuransphoto0068i even Maybank Bali Marathon (MBM) 27 Agustus yang akan datang. Kemarin juga mereka sampe memberikan doorprize-nya tiket MBM.

 

Ucapan terimakasih juga untuk Mas yang kemarin memberikan pe

nunjuk jalan menuju toilet di pintu barat. Kemudian juga nggak kalah salut untuk semua panitia,yang udah dari jam 2 pagiphoto0072saya ganggu dengan sms pertanyaan perihal tiket. Para penjaga lintasan yang buanyak banget hingga nggak bakal membuat para pelari bakal nyasar. Water station (WS) walopun di even yang nggak berbayar tetep ada disetiap 2,5 Km, photo0066keren nggak tuh?!!. Juga standar nutrisi untuk finish ada air mineral, buah semangka dan pisang berjibun bebas mau ngambil berapa, sampek snack aneka roti dari panitia nggak kemakan sebijipun-saking kenyangnya makan buah (maaf ngambil banyak..hh). Mungkin yang nggak ada tim medik di track, mungkin emang karna bertajuk fun run bukan race run ya. Adanya di pos start/finish.

 

 

Sensasi berlari di tepi laut yaitu badan bakalan over heat banget, karna emang biasa lelarian di dataran sejuk Sumedang. Cuman di 2 kilometeran akhir bakal didinginin ama ruang hijau 3 hektar tanaman di Allianz ecopark.

Lari 10K akhirnya memberikan bekas yang #maknyuss bagi saya pribadi. Selain tembus personal best (PB) 10 km dibawah 53 menit 5 Km di sekitaran 22 menit. Trakhir, lari yang diadain ama Allianz Indonesia ini bagi saya merupakan;

  1. sirkuit lari pertama kombinasi hutan dan tepian laut,
  2. even lari untuk amal/ charity terbaik yang pernah saya ikuti, baik organizer-nya maupun sarananya,
  3. sementara secara keseluruhan AWR Indonesia 2017 merupakan trek lari terbaik kedua setelah kebun raya bogor#KRB200 (overall).

 

 

photo0070.jpg

Menggairahkan membaca jurnal dan berlari (ultra) kembali

Memulai setelah rehat sekian lama itu emang sesuatu. Susah karena trauma atau pedih capai yang dirasakan selama berhari – hari karena sumpek. Berbeda dengan sebuah pertandingan yang jelas ada kemenangan yang ditargetkan, membaca jurnal jelas bukan jenis yang itu. Memahami sambil membaca dengan berulang – ulang hanya bisa dirasakan di dalam jurnal, udah tulisannya kueeecilll dan pake bahasan yang serba metodis jelas membakar lemak kemarin yang cukup jika hanya sarapan sepiring nasi di pagi hari.

Membaca jurnal tak hayalnya berlatih dalam mempersiapkan race. Membaca, mencatat yang sip untuk dicatut dalam makalah skripsi dan diajukan untuk di review, dan jangan berharap dengan hasilnya apalagi kemenangan. Karna yang indah itu retorikanya, dari awal pencarian keyword di Elsevier, Wiley, Nature dan tempat jurnal open lainnya kemudian menerjemahkan dan membongkar pasang ke dalam tulisan hingga terkesan ciamik nggak selalu indah juga di telaahan pembimbing. Karna itu berproses itu kadang yang paling nikmat…..

Sepertihalnya membaca, membangkitkan kembali berlari rutin tiap pagi juga sama istimewannya. Walopun udah beratus – ratus kilometer udah pernah dilalui, kalo rehat lari secara rutin seminggu aja rasa malas itu akan membuas. Ibarat biasa ngangkat beban 5 kilo rutin walo harus tahan nafas ngangkatnya trus diistirahatin seminggu jadi 2 kilo aja udah nggak keangkat.

Ya, begitulah. Membaca dan berlari rutin tiap pagi itu bukan jenis pertandingan. Rasa prestisnya ya didapet dari hasil proses didalamnya. Melampaui dan memperoleh hasil yang belum pernah kita gapai sebelumnya. Itu tuh yang bakalan didapat, trus kadang pas lagi nyangkul dan pengamatan di lapangan jadi kebawa tuh sikap memaksakan diri dan berusaha melampui kedisiplinan yang terjadi ketika membaca dan berlari. photo0037.jpg

Masuk “Zone”

Jadi inget manga (baca: ma-ngga) basket yang berisi tokoh sekolah SMA Seirin dengan si Taiga Kagami ama alumni SMP Teiko “Generation of Miracles” yang pada bisa masuk zone, jadi skill mereka tetiba melewati batas kemampua biasanya dan kelihatan lebih menikmati permainan. Nah…
Sebenarnya, “zone” dalam dunia olahraga itu emang bener-bener ada sob. Dulu sewaktu main pernah ngerasain badan ringan dan banyak banget skill terpendam gue yang tetiba muncul, kala itu pas main badminton rasa – rasanya tubuh mudah terbang dan nggak ada capeknya buat nyemes, walopun kalah tapi ada sebuah degup yang melebihi fisik dan skill ketika latihan biasa. Apalagi hal itu terjadi dengan waktu yang cukup lama. Gini, ketika zone itu bermula. Semua kepedihan permainan nggak akan terasa segala bentuk nyeri “asam laktat” atau kram otot, bahkan sekor yang tercetak di papanpun akan terasa sebuah embun yang ringan karena terlalu fokus di pertandingan dan menyerang lawan. Baru kalo udah ‘fatigue’ dan keluar zone semua rasa ngumpul dan nonjok bebarengan. Maybe you broken your muscle…hhh
                 For another cases, pernah ngerasin zone diluar olahraga nggak?, ketika kegiatan ibadah gitu?. Semisal sholat?. Ketika capek banget seharian aktifitas atau lagi kuliah dengan dikejar rapat sana-sini, eh masuklah “zone” sholat. Mudah dan semangat banget ketika wudu, takbir-niat, hingga sujud akhirpun terasa ‘terbang’ hikmat dan nikmat, passion banget.
Tapi, sepertinya nggak sesering dan semudah masuk ‘zone’ ketika kita main olahraga ya. #hmmm…

Gini…
Kalo saya lagi lari di event marathon idealnya di kilometer 2-3 (2 mil) kita bisa masuk zone, bahkan dengan maksimum pace skalipun. Jadi ketika kondisi lari kencang jantung berdegup dengan irama yang pas, seperti terpacu adrenalinya untuk tetep menempuh jarak sisa di kilometer 19 (HM) atau 40 kilometer (FM) dengan nyaman. Walopun ini nggak bisa semena-mena dan tanpa latihan yang beruntun. Tapi asal dimulai lari dengan pemanasan yang pas dan nggak diisi perut minimal 4 jam sebelum lomba, sangat mudah untuk “zone” ketika lari.
Tapi, saya sih pengen memberi “medical-advice” untuk sesama penyuka lari. Intinya, lari itu untuk menjaga kesehatan dengan aktivitas gerak. Dengan intensitas 3-5 kali/minggu, dengan frekuensi tiap larinya minimal 30 menit. Dan, info ini gue inget banget dari dr. Yuni (Lecture in Medical Faculty) ketika lagi ngisi kuliah umum di TPB Unpad. Dan, karna udah mulai enjoy lari kepalang tanggung, nyari deh “training plan” atlet profesional yang ada di internet (gratis). Kalo PB gue di 2013 katagori 5K itu 30 menit lebih, 2017 udah di angka 22 menit 56 detik. Tapi, setiap latihan dan tingkat kekerasannya ada resiko gengs. Apalagi jika nggak didukung finansial yang cukup…hhh
Terakhir dari gue…
                 20170408_163431Anybody can be in the zone, neuroscientist was proved it to. Nggak cuman di olahraga tapi disemua lini kegiatan. Beberapa syaratnya (kalo nggak salah tangkep)1. Kekuatan (strength), repetition (pengulangan), dan latihan (training), dengan terprogram. Karna Otak itu menyimpan apa yang otot latih juga.

Mungkin kalo kasus olahraga seperti badminton dan lari bisa dengan mudah terukur ditambah ada rasa prestisius, tantangan, passion, mengalahkan, dan eksis. Tapi kalo sholat?.

Can you imagine it, when we doing pray and get passionate like “seirin or kiseki no sedai play game”.

Reff:

Ref:
1. Athlete Neuroscientist Is Changing The Way We Workout | The Definitive Guide

Best Marathon Tracking

          Inilah kegiatan akhir pekan saya. Lari jauh berpuluh – puluh mil untuk enggak tidur setelah abis subuh. Kali ini rada spesial, lari kali ini skaligus ngikutin even spesial dari LIPI: Kebun Raya Bogor yaitu ikut level 21K di ultra marathon KRB200. Selama hampir dua jam duapuluh menit akhirnya berhasil merampungkan lari katagori Half marathon kali ini, secara mengejutkan menembus perolehan waktu  melebihi waktu katagori HM di even sebelumnya. Dan yang paling nggak bakal dilupain, bahwa trek lari di Kebun Raya Bogor ini bagi saya merupakan jalanan untuk lari ternyaman di semua even lari (yang pernah diikutin).

      IMG_0572

 Suasana menjelang start katagori 21K

         Penyelanggaraan lari ultramarathon KRB200 sendiri sebanarnya udah dipersiapkan semenak jauh – jauh hari. Bahkan info akan adanya lomba lari ini sudah bisa diakses dari awal tahun 2017.  Berlokasi diarea perhutanan milik Lembaga Penelitian Indonesia yang berlokasi di Kota Bogor semakin memanjakan para pelari. Terasa banget waktu lari 5 keliling terakhir untuk katagori 21K silau akibat cahaya matahari nggak terlalu mempengaruhi saya sendiri dan para peserta karna terbantu dengan batang – batang besar dan kanopi yang luas dari hutan di kawasan KRB. Bahkan cahaya masuk bener – bener panas itu cuman ketika waktu pulang keluar dari kawan KRB ini.  KRB200 sendiri melombakan 6 katagori lari, 200 Km, 100 Km, 50 Km, 21 Km, 10 Km, dan 5 Km dengan semua finisher mendapatkan medali sementara untuk 21Km ke atas mendapatkan juga kaos finisher dari sponsor.

IMG_0555

Even lari #KRB200 merupakan rangkain peringatan 200 tahun Kebun raya bogor

 

Untuk pelari sendiri disetiap jarak 2,5 Km udah tersedia air minum dari label Aqua 250 mL dan Mizone 500 mL. Jarak yang ditempuh termasuk unik, karena tidak seperti marathon yang menepuh satu jarak untuk mencapai finish, KRB200 ini berlari satu keliling untuk menempuh jarak 5K, brati untuk 200K bisa mencapai 40 ali puteran yang bisa menghabiskan waktu 2 hari (24 jam lebih).

“nikmatnya lari di KRB tuh, kalian bisa ndengerin suara burung dan syahdunya ketenangan hutan yang nyaman…..

        IMG_0636

Spatu ini sendiri disponsorin sama Alfin B. (kaka gue sediri….hehe). Endors: NB

          Hanya saja pengalaman lari kemarin sedikit diwarnai kekacauan di awal, yaitu telat start hingga 16 menit lebih dari peluit start katagori 21K dambah pada BIB belum terpasang chip laps . Yang akibatnya yaitu, dari mulai garis start hingga lap ke 4 memaksakan diri untuk selalu pace maksimum.  Betapa perut terasa perih (side stitch) dan tetiba terkena rasa haus dan halusinasi makan nasi kuning sampe wareg menghantui even yang dibuka dan diikuti oleh walikota Bogor Bima Arya. Yang kurang asyik, lampu LED buat time keeper yang biasa dipasang di atas garis start/finish nggak ada, jadi weh ngitung waktunya nggak officially. Dan emang yang rada parah, hingga terakhir lomba saya nggak nemuin aid station, padahal pas jam 5 pagi masih ada mobil ambulan di depan garis start, sampek pas finish nyari es batu buat kaki aja nggak dapet, mana kaki ini harus digerakan untuk berantri ria di stasiun Bogor hingga ke senayan . Ngeri emang sih even yang rawan orang sakit gini nggak ada perawat atau tim dokter yang mudah diketahui peserta. Saran!

IMG_0560

Medali finisher KRB200 dan perlengakapan lari (jam dan kaca mata)

Tapi terimakasih banget buat tim panitia di central yang udah mau disibukin untuk mencari nomor BIB saya . Dan juga bagian penitipan barang yang udah mau repot – repot ngangkut tas saya yang berisi barang untuk liputan di Wisma Kemenpora serta kakaknya ikut buru – buru masangin nomor BIB di kaos saya. Hehe… Hatur Nuhun pisan pokok sadayana….

IMG_0568Bajunya kegedean. Thanks for photographer (from: Someone at IndoRunners)

IMG_0744

daaaa…. akhirnya bisa menjejakkan kaki di arena badminton Kemenpora RI, Senayan. Telat dikir, 5 jam setengah

“Saya berharap banget taun depan diadaain lagi even lari di Kebun raya bogordengan atau tanpa berupa even trail/ultra maraton

 

Acknowledgement for sponsorship being graduated,,  Amiiin.

New Balance Shoes from my bro,  very comfort and durable.  KRB200 committees who sponshorship me to get category half marathon, and Aris Sugianto from Unpad 2012.

Summary “Running 5Km dan 21Km”

             Lari, jaman kuliah dari 2012 emang gegara persiapan kompetisi voli tingkat Univ jadi mulai rajin, itupun masih belum rutin dengan tujuan supaya rada kendor aja otot – otot pas nantinya main di Gor. Dasarnya emang deadliners jadi weh hanya diminggu – minggu menjelang round penyisihan baru lari keliling kampus. Nah, karena udah mulai sadar mengenai beberapa manfaat larim jadi pengen berbagi beberapa rangkuman perjalanan mengenai keikutsertaan dalam menempuh lomba lari, walopun hanya sekedar finish tapi sepertinya asyik juga untuk diikutin.

Persiapan

       Lari lomba pertama kali (resmi) yang saya ikutin bernama “Half-marathon Trail running” Manglayang  trail run 2015 yaitu bertepatan juga pertama kali dilaksanakan di kampus Unpad Jatinangor. Baru tau dan sempet rada mengumpat karena jauh dan attitude yang minta ampun nanjaknya. 21 Km sob, jalan aja udah capek.

       Nah, persiapannya apa aja untuk tahan (minimal) sampek menempuh start kembali. Kuncinnya mah jangan banyak mikir kalo pas lari, selama udah lari dan latihan setiap pagi disitu udah menunjukan kepastian bahwa kita bisa finis dengan normal (under 4 hours). Jadi, persiapan yang paling penting setelah niat adalah latihan ketahanan (lari) sampek bosen, sampek nggak kerasa lagi sakit perut, keram, atau cedera telapak kaki. Nah, disitu sebagai newbie marathon bisa dikatakan pasti bisa melalui berkilo – kilo meter perjalanan, bahkan itupun lari.

 IMAG8608

Jam yang nemenin pas latihan lari, karna takut hujan  kalo bawa Hp  

             Untuk pengambilan race pack harap untuk diperhatikan seksama, mengingat kebanyakan penyelanggara lomba lari memisahkan jadwal pengambilan dan pelaksanaan lari. Jadi, nggak keren kan kalo biaya yang udah dibayarin hangus.

Alat dan Perlengkapan

       Hmm…, ini rada berpengaruh lebih kepada katagori niat lari kita. Kalo profesional atau bertujuan untuk meraih hadiah lomba, dipastikan baju, celana, jam, dan sepatu pasti khusus. Kalo pemula dan pengejar foto sehabis finis ya, selama itu nyaman dan cocok melindungi kaki dari cidera itu sangat cukup.

      Pengalaman lari saya sendiri di 5 Km dan 21 Km menggunakan sepatu badminton RS seri Super series warna kuning ukuran kaki 43 yang harganya 215K (setelah diskon) dan lari di 5 Km kedua baru lebih nyaman, IMAG8607menggunakan sepatu Reebok warna abu – abu (nemu dari kosan). Dan dari sini saya baru ngerti kenapa ada sepatu yang mahal, karena emang nyaman dan enaknya bener – bener beda. Pas liat sepatu yang pada dipakairunners  ditiap lomba jadi makin paham ilmu tentang itu.

      Sementara penggunaan pakaian sih nggak ada yang istimewa, selain nomer dada (BIB) dan kaos dari penyelenggara menggunakan celana training panjang longgar warna hitam udah nyaman banget. Untuk penunjuk waktu saya sendiri cukup menggunakan smartphone dengan aplikasi Endomondo, beres.

Berlari

       Pemanasan sebelum lari, dan jangan telat ke tempat tujuan. setengah 6 sampek di lokasi udah pas banget. Seperti lomba balapan sepeda, secara psikologis kita juga akan terpacu larinya jika mengikuti orang yang sekirannya lebih bagus (sedikit) ketahananya maka kita juga akan serasa termotivasi untuk tetep melaju. Nggak percaya? saya nyoba di 3 even lari tersebut, baru di kilometer terakhir lari nye-(s)print untuk mendapatkan posisi yang lebih baik. Itung – itung memperbaiki peace.

       IMAG8605Kalo perut sebelah kiri atau kanan terasa sakit padahal lari baru juga dimulai. Mending turunin intensitas kecepatan lari dan perkecil langkah lari. Karena tujuan awal ikut lomba adalah untuk finis, jadi utamakan keselamatan. Dengan interval lari yang pas, rasa sakit tersebut akan larut dalam semangat antusias bersama ribuan pelari lain. Begitu

Pendinginan

mePendinginan bisa dilakuin sehabis foto. Dengan cara yang biasa dilakuin selama latihan lari. Hanya saja, pengalaman pas yang trail run, jadi kaki rada masih kaget jadi sakitnya berhari – hari. Dari paha sampe pinggang, karena selain memang rute yang terjal emang pendinginananya kurang baik. Sebisa mungkin ada pendinginan yang cukup meremajakan otot, seperti gerakan pas pemanasan dan ditambah lari – lari pendek dengan interval.

Terakhir

               Ini yang penting, pendaftaran lari marathon semuanya sudah menggunakan sistem online. Jadi perhatikan dengan betul fasilitas dan peraturan yang diberikan oleh penyelenggara. Apalagi kalo masih baru – baru ikuta lari dan nggak ada yang ngedampingin. Karna pengalaman emang nggak semua panitia memberikan tempat penyimpanan barang dan toilet yang layak pakai. Kalo mau tau penyelenggara lari yang bagus sih biasanya even mereka udah kedata di site ini: dunialari.com/kalender-lomba/ atau disponsori dan diselenggarakan oleh para kawakan/pro dikalangan pelari profesional.

            Dan usahakan makan malam yang cukup sebelum acara dimulai, biar ketegangan pas lomba tidak menambah beban mental. Walaupun di setiap rest area lari ada air minum atau buah, setidaknya lebih baik perut sudah siap dari awal.

Semangat berlari, karna lari 3-5 hari/minggu selama minimal 30 menit bisa mengurangi resiko penyakit kronis.

IMAG8606

 Medali finisher (bukan juara).

5 Km KAI run (kuning),

21 Km trail run (putih), dan

5 Km for smiles (biru)