Sel dalam sel

        Dua kali hadiah nobel dibidang kesehatan/medicine sel dalam sedekade didapat oleh peneliti asia, yang terbaru 2017 tentang autopagi dan yang sebelumnya mengenai iPS cell, bahkan Dr. Shinya Yamanaka (iPS cell) ternyata udah ikut beberapa even marathon di Jepang. Hanya kebayang gimana sibuknya.

 sss

Tokoh manga Gintama dalam perang Jui

         Sebenernya rada bingung juga, kenapa penelitiannya nggak masuk dalam penghargaan biologi aja. Dan dari awal masuk kelas mengenai sel nggak pernah nyentuh insight yang kebaruan mengenai mekanisme autophagy atau iPS cell. Ya, itung – itung buat yang suka tidur di kelas dan ngelamunin episode One piece selanjutnya hal ini bakalan menambah rasa penasaran sang mahasiswa. Walaupun dirasa penting untuk mengangkat secara dalam mengenai fungsi – fungsi pembentukan asam amino dari rangkaian DNA dan RNA, hanya saja ketika skripsi proses ini sudah diwakilkan spenuhnya dengan alat PCR dari Jerman yang ada di Lab…#serius

       Nggak semua orang itu bisa ketarik excitements nya dengan ujian paket dan nilai kumulatif tentunya, bisa jadi dengan informasi yang berdekatan dengan riset berbau hadiah Nobel bisa menarik hasrat pengetahuan dan semangat hadiah yang ditawarkan. Sepertinya emang mulai sekarang text book harus open access dan mahasiswa sesekali membaca produk jurnal dari Nature.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s