Diagnosis

image

Perkembangan Biopestisisda dari waktu ke waktu (sumber: Nollet dan Rathore, 2015)

       Hari ini baru memberikan diagnosis dari sebuah keluhan tanaman yang terkena embun tepung dan hama putih di daun cabai dina pot. Keluhan ini sebenarnya rada-rada membingungkan jika dijawab secara akademis-praktis, jawabannya pasti kalo nggak semprot pestisida ya penggunaan agen biologi/biopestisida. Kalo menjawab berdasar dua prespetif tersebut sebenarnya bikin merasa bersalah banget, pertama pengendalian dengan pestisida sintetik itu artinya sebenarnya adalah mencegah dari awal- antifeedant. Walopun disitu ada namanya ambang pengendalian dan ekonomi tapi konsep dasarnya adalah mencegah si hama buat mendekat dengan sesedikit membunuh mereka yang dalam artian bisa merusak siklus sosio-ekologi. Tapi nggak bakal panjang-panjang dibahasanya, takut kebawa suasana sidang….hh

      Poin pengendalian kedua nih yang saya rekomendasikan, walopun tetep sintetik tapi lebih bio-able atau bahasa mudahnya nggak mendampak secara ekstrim ama OPTnya.  Siram cola/ditergen atau tanam bawang daun di sekitarnya. Kepikiran ini gara – gara kemarin sempat panen caisim karna ditebeng pake tanaman bawang merah.

     Emang, diagnosis sekalipun dihal yang resikonya nggak semenegangkan penyakit manusia emang lebih mudah dan yakin jika udah pernah nanganin sendiri. Kalo pake teori makalah jadi merasa bersalah pas memberikan rekomendasi. Sebenarnya sih sintetik itu bagus juga, cuman selain emang rada mahal juga kalo OPT udah mulai resistensi makeknya suka nggak terukur, bisa segayung buat nyiram seminggu. Dan, sayangnya buat ngebuktiin ini di sini belum punya senjata indikator/blue print yang seampuh negara asal pembuatnya. #Hmmm menarik

Biar nambah menarik, apa aja sih biopestisida itu. Merujuk pad EPA (Environmental Protection Agency) aja y.  Menurut mereka biopestisda sebagai “certain types of pesticides derived from such natural materials as animals, plants, bacteria, and certain minerals” (http:/ /www.epa.gov/ pesticides/biopesticides).  The EPA has classified biopesticides into three categories, for registrations purposes: (1) Microbial pesticides, where the active ingredient is a microorganism (e.g., a bacterium, fungus, virus or protozoan); (2) plant-incorporated protectants (PIPs), where genetic material has been added to a plant to produce pesticidal substances (such as the wellknown “Bt maize”); and (3) biochemical pesticides, defined as naturally occurring substances that control pests by nontoxic mechanisms, such as pheromones and some plant extracts.

Reference:

Nollet dan Rathore, 2015. BIOPESTICIDES HANDBOOK. CRC Press Taylor & Francis Group 6000 Broken Sound Parkway NW, Suite 300 Boca Raton, FL 33487-2742

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s