Melak Tanah

combining“Cep, ieu lahan tos di bebersihan ti jukut langsung dimulsaan terus dipelak benihnya, teu kedah di olah deui tanahnya”, saur Pak Tani di kebun.

Di bawah matahari siang tepat pukul sebelas siang, Mirno bercengkrama bersama pak tani, yang gara – gara laporan pak tani tadi dia berkeyakinan bahwa, pak tani tersebut emang bukan manusia biasa. Sesosok kekar nan legam itu seperti pohon pisang; kokoh, gelap, dan penuh waspada.

Mirno merekam pergerakan awan dan kekuatan sengat matahari dengan tongkat yang dia pegang. Dengan cara itu pula Mirno mencoba menyelidiki dimana cacing – cacing di bawah mulsa bergeliatan. Namun, Mirno segera sadar bahwa di belakangnya dirinya tertinggal di tempat yang terik dan sulit.

Mirno merasa jengkel dan tidak ingin diperas oleh otaknya sendiri terus – menerus. Dua tahun yang lalu Bu Lili hanya sempat menyampaikan teori seberat 6 SKS mengenai analisis unsur hara dan cara pengolahannya di tanah, tanpa sedikitpun menyentuh raksasa dalam dirinya yang bernama nurani rasa ingin tahu. Mirno mulai goyang, Ia bergerak mencari tempat teduh dengan kekuatan yang memaksa untuk membersihkan rerumputan di lahan tak kurang dari empat ratusan hektar. Kaki yang bergetar itu mencoba turun dari undukan tanah yang belum sempat diolah. Namun sebelum telapaknya menyentuh tanah, duri rerumputan serentak membentak sang tuan. Mirno terkejut dan kusut.

“Gerah, Kang Mirno?”

“Panas lah, anj***r!” kata Mirno dengan suara berat dan kesal

“Kau tau walaupun es jeruk sekarang ini enak dan tepat untuk disajikan, tapi pemikiranku kali ini lebih menakjubkan dari pada rasa sakit dan dahaga sialan ini. Iya, kan?”

Alex yang sudah lebih awal istirahat dari tadi, tak menjawab sedikitpun. Alex mengerti bahwa Mirno sudah tak tahan lagi berada lebih lama di bawah terik sinar UV. Meskipun Alex sadar mengenai apa yang digumamkan Mirno merupakan konsep Tillage practices. Yang dalam keilmuan moderen soil science telah disepakati bahwa, olah tanah secara konvensional dengan membalikkan tanah maksimum untuk mempersiapkan persemaian menyebabkan pemecahan agregat tanah, dan mempercepat pembuangan air. Tanah yang diolah kalau dilihat dari segi fisiknya, sebenarnya sangat rentan terhadap erosi angin dan air. Kemudian juga, pengolahan tanah mempengaruhi intensitas erosi tanah lapisan atas (topsoil) dan tingkat dekomposisi bahan organik (Magdoff dan Harold, 2009).

T32-years-of-plow-and-no-tillageanpa beringsut sedikitpun, matahari terus menjalar ke arah barat. Dalam kesantaian pasca wisuda Juli kemarin, Alex berfikir bahwa sebaiknya dia lebih baik tidak lagi menentang Mirno. Alex juga berteori bahwa sebaiknya Ia ikuti semua kata Mirno. Itung – itung membangun rasa percayadiri kawannya yang dikenalnya ketika memberikan sepatunya diwaktu Ospek.

Dalam hati, Alex mengaku, sebagai mahasiswa yang ‘sangat’ cukup telat, Mirno cukup cemerlang dalam membuat postulat dan teori baru dalam dunia pertanahan -pertanian. Hanya saja tidak cukup pintar jika tidak mau dibilang bodoh dalam bidang akademik.

“Wak, ini lahan abis ditanam kubis kemarin, trus dianggurin empat bulan biar bisa ditumbuhin tanaman pelindung (cover crop) rerumputan”.

“Maksdumu itu anjuran ala soil management Amerika?” Alex menimpali dengungan Mirno, sambil berbaring santai dibawah rindangnya dedaunan pohon pisang.residue-cover-of-soil-surface

Kami berdua cukup memahami mengenai kasus ini, bahwasannya tanah pertanian yang ideal itu seperti yang diajarkan para nenek moyang jaman dulu. Harus diistirahtkan setelah panen hasil diberlakukan. Jangan dieksploitasi terus menerus, tanah juga bisa capek. Biar tanah kembali sehat dengan kembalinya proses dekomposisi mikroba dan mikrofauna di dalam tanah untuk mengurai unsur hara berguna bagi pertanaman berikutnya. Nah, pencegahan tanah untuk dicangkul sebenernya karena itu bakal ngebentuk lapisan bajak yang kedap air dan bikin air nggak lancar nyerap ke tanah.  Sementara fungsi tanaman pelindung selama proses istirahat tersebut untuk mempercepat dekomposisi bahan organic, mencegat penyimpanan air di tanah, dan melindungi mikroba dan mikrofauna bermanfaat dari sengatan matahari.

“Iya, bener. Cuman asa telat banget nyadarnya, 4 semester baru ngeh semenjak dari kotbah Bu Lili di kelas waktu itu”

“Jadi kamu nyesel sama waktu enam tahunmu itu, sekarang?!”

“Mungkin atau entahlah” Mirno menimpali dengan ketus.

Kalian mungkin tak kenal Mirno seperti apa. Rasa perih menggigit jantung Mirno semenjak departemennya gagal memuluskan mimpinya untuk ikut riset secara mendalam mengenai pertanian berkelanjutan di Amerika langsung, gratis dibiayai pemerintah. Bunyi dedaunan yang bergoyang seakan berprasangka buruk kepada Mirno. Senda gurau terdengar jadi pelecehan. Mirno terpencil dan terasa hilang dalam kegalauan. Ditambah bahwa perempuan yang selama empat tahun diliriknya dan didambakannya habis-habisan ternyata telah bergandengan tangan dengan teman sekelasnya. Namun, Mirno masih bisa melakukan sesuatu yang cukup kuat; menjauhkan diri dengan menaman kubis.

 

Reference

Magdoff dan Harold van Es. 2009. Building soils for better crops —3rd ed. USDA

Manuring. 1979. Cooperative Extension Service Publication AY222. West Lafayette, IN: Purdue University.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s