Pak mantri

Bebuahan telah mulai beralih aroma, mengubah pemandangan perjalanan ke Rancakalong menjadi sebuah lukisan yang kaya akan aroma resot indah organik dan kehijauan. Sementara sebuah tempat yang sangat dekat bernama media sosial, perang antar umat berkeyakinan dan berkeyakinan beda mengalami kemajuan, masing – masing pihak saling menuduh, komunikasi jujur dan berita hoax bertabur dan melebur. Kabar di televise hanya memperparah kondisi.

Aku telah mengubungi bapak guruku di Lampung beberapa kali. Aku meninggalkan pesan yang membicarakan mengenai dunia pertanian dunia tak hanya local, hanya saja usaha untuk mengatakan bahwa aku sangat ingin berbincang – bincang dengannya langsung hanya menjadi angan yang menjalar di pikiran.

Menurut Pak tani Bungursari, bukan pembicaraan soal penyakit melainkan rasa sakit itu sendiri yang telah menenggelamkannya. Sejak kunjungan yang terakhir, penyuluh dari pusat telah memasang perangkap racun dengan dosis kuat pada setiap tepi lahan padi untuk mematikan tikus yang terus berkeliaran, bahkan ulat yang lewat mencium aromannya sudah dipastikan tidak mampu berubah ketahap sempurna menjadi dewasa. Secara kebetulan momen ini memberikan keuntungan bagi Pak tani, selain harus beristirahat total akibat penyakit kronis yang belum diketahuinya menggereogoti di dalam dadannya semenjak seminggu yang lalu, tepat ketika para reptile bertulang belakang itu membasmi ratusan hektar sawah padi yang siap panen.

Pada setiap kunjungan, Pak tani tampak semakin meleleh ke dalam kursinnya, tulang punggungnya mulai tidak mampu mempertahankan bentuk kulitnya. Sementara kasur tidak lebih baik untuk menahan rasa pegal yang selalu menyelimuti. Tak hayal jika setiap pagi ia bersikeras minta diangkat dari tempat tidurnya, didorong ke kamar baca, duduk diantara buku – buku ditemani secangkir coklat panas di ambang jendela. Seperti biasa, ia menemukan alasan filosofis untuk posisi ini.

Pikirankanku melayang ke tesis bersama kami di universitas. Tentu keberhasilan dan kelancaran mendasarnya berasal dari Pak tani. Dahulu ia berkata kepadaku bahwa keranjinanku cukup baik untuk selalu berkunjung dalam proyek penanaman sorgum di lahan khusus – sesuatu yang belum pernah kupahami.

Sekarang kami berkumpul dan bertemu lagi, mengerjakan proyek khusus yang sama sekali berbeda. Berawal dari sebuah gagasan akademis dan sang pelaku teknis. Apa yang ingin dikatakan oleh orang menjelang ajal kepada orang yang berpendidikan tinggi.  Apa yang menurutku perlu diketahui oleh yang masih akan hidup lebih lama. Kali ini, aku tidak begitu tergesa – gesa dalam menyelesaikannya.

“Kemarin lusa ada yang sesorang yang mengajukan foto – foto yang menarik dari lahan kita”

Apa isi fotonya? Tanyaku

Sambil kudekati Pak tani membelakangi untuk meraih foto – foto yang telah dicetak rapih dalam ukuran kertas A4 dibagi dua. Di bawah sinar yang melewati jendela foto – foto itu nampak penuh semangat, berpose ala kadarnya dengan menenteng hewan pengerat di karung bekas beras.

“Tuh kan!, kau telah melakukannya dengan baik, Pak Mantri”

Dari dapur terdengar alunan suara yang kalem, kedengarannya seperti lirik sebuah lagu— “the truth is everyone knows

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s