Meramal “Plant Disease Detection” di kemudian hari

Metode konvensional untuk mendeteksi patogen akibat jamur patogen pada dasarnya dilakukan dengan menginterpretasikan dari gejala secara visual, bisa diliat. Akurasi dan tingkat keberhasilannya berdasar banget ama jam terbangnya, yang masing – masing jelas berbeda eksperimen yang dilakukan. Sementara penyakit pada tanaman akibat jamur masih juga susah untuk diketahui secara detail dan cepat (ilmu taksonomi). Semua faktor penghambat ini menjadi makin rumit meningat keputusan untuk pengendalian harus segera diambil. Sementara kalo nggak mau riweuh semprot abis aja pake fungisida kan!!!

SOLUSINYA?

New method dongs!!. Metode terbaru udah dilakuin diluar antah berantah sana, dan teknik – teknik yang terus berkembang tersebut memperlihatkan kenaikan dan keakuratan aplikasi diagnosis, seperti aplikasi metode immunologi, teknologi DNA/RNA, dan PCR. Tinggal di kombinasi dengan alat – alatnya pada metode remote sensing, GPS, aplikasi sinar merah bahkan thermoterapy.

pdis-03-15-0340-fe_f1.gif

Schematic diagrams of workflows and parameters in precision agriculture (left) and plant phenotyping (right). sumber

Kalopun hingga hari ini belum ngeliat alatnya di lapangan, mungkin jadi masih dalam tahap pengembangan atau bahawa kerennya “uji kelayakan” jangka panjang. hehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s