Sorgum Merah ala Mo Yan

                  Bukunya seseorang yang telah dapat Nobel di bidang sastra, asli dari Tiongkok. Kalo nggak salah ni buku udah dari 1993 di terbitin aslinya, nggak tau kenapa baru 2014 ada versi Indonesianya.

                   Emang secara kesuluruhan buku ini tentang dendam, arogansi, dan asmara. Secara kesuluruhan kurang merepresentasikan kualitas novel yang bagus deh pokoknya, entah emang masalahnya di tulisanya atau emang terjemahanya yang kurang sesuai (saran: baca yang versi asli atau inggris aja). Isinya tentang perjuangan si Kakek yang menyelamatkan desanya dari serbuan penjajah Jepang yang juga membantai para masyarakat dan orang-orang yang dicintainya Walaupun lebih sering menghianati dan semaunya sendiri si Kakek, btw tokoh kakek emang mantan bandit gitu, yang kemudian juga menyerang sesama pasukan Cina karena ketidak cocokan prinsip dan dendam.

                     Pencerita dari kisah ini adalah seorang cucu (yang tidak dijelaskan siapa dia), bercerita sebagian besar kehidupan kakek, nenek dan ayahnya semasa perang berkecamuk secara detail, khas banget masa penjajahan.

                 Hanya saja jika mesti memilih,mending baca aja “Bumi Manusia” aka minke karangan Pak Pram, walaupun sama-sama pake sastra yang agak susah untuk cepat di telan tulisan-tulisanya, tapi lebih real, sopan, dan bijak untuk dinikmati oleh kita sebagai pembaca. Insyallah

Maros Baru, 27/01/2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s