Misteri Subuh

image

Tanpa sepatah katapun lelaki bersandal jepit itu berangkat, tanpa dilepas sedikitpun. Desahan kain sarung terdengar hingga ambang pintu dikala embun subuh menyelimuti manusia pada umumnya. Dengan PD-nya lampu yang seharusnya dipasang di kepala dibawannya untuk menyusuri gelapnya jalanan menuju masjid, untung tak sesusah niat untuk memulaikan berangkat solat terenak dikala kantuk. Perjalanan ini tak lebih bahaya dan serba berat ditimbang perjalan ibuk dari perjalanan ke pasar tiap hari minggu. Jalanan gunung, air dimana-mana tak mengira yang berjalan di atasnyapun seorang tua. Jika tak ditapaki semenjak pagi, sudah hampir dipastikan habislah barang – barang murah yang bisa terbeli untuk kehidupan seminggu menjelang.
Tetiba diujung salam setelah sholat suhu terasa menurun serasa musim dingin baru mampir ke tanah air. Menghilangkan alasan untuk tidur kembali setelahnya jelas susah bukan main bagi lelaku muda nan kurus itu, embun dingin bukanlah halangan untuk memeluk kenyamanan di lantai tegel masjid. Hanya saja kenapa raut wajah juga ikut menghampiri. Padahal tak banyak orang yang berjarak dengan kesehariannya, apalagi ini bukan luar negeri serba keterbukaan.
Sejam, mata terpejam. Terasa tidak disangka dalam diam bertemu memberikan sebuah buku tanpa sepatah katapun terluar. Ternyata waktunya habis, tenggang untuk melebur diri di perpus. Jadwalnya ngampus. bayar denda yang semoga tidak bikin tipus.
Tak jauh dari sana, sebuah gambaran yang persis waktu subuh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s