Farm of Mecca

           Pertanian di kota mekah, nggak..nggak. Bukan tentang itu topik kali ini. Hanya berkisah sebagai pembuat opini dari sudut pandang para pembesar dan pengasuh lahan lembek dengan serumpun tanaman di atasnya, PETANI. Jangan berfikir ini tentang petani (akademis) di kampus, kelas, they had have around the world, maybe. Tapi petani lahan pemilik maupun buruh tani (peasant) itu sendiri.

         Mekah adalah kota idaman bagi beberapa petani yang siap untuk menginjakkan kaki ke sana lahir batin, diluar ketidak tahuan akan moderennya King Abdul Aziz airport atau megahnya menara jam Arab. Rasa itu benar-benar jujur.

           Antri masuk untuk haji reguler hari ini di Jawa rata-rata udah masuk satu dekade untuk menunggu diberangkatkan Depag. Kuota, selain memang makin banyaknya muslimin dunia yang mau menunaikan ibadah haji tiap bulan Dulhijjah tersebut, memang masih ada usaha untuk mencegah ketidaknyamanan banjiran manusia yang berdesak. Secara hitungan, biaya naik haji tidaklah murah, masuk diangka $2000 ke atas. Maka tabungan haji dan arisan haji sangatlah membantu bagi mereka yang merindukan madina al harom tersebut. Dikit-dikit, nggak kerasa, tau-tau udah banyak aja.

         Mungkin secara pribadi mendengar dan melihat mereka (petani) pertama kali akan berhaji dengan kisahnya mengusahakan sisa hasil panen untuk ditabung, terkadang banyak hal terjadi menyentuh hati menggubah nuansa. Keluh kesah tetap ada, waktu sudah dekat tapi belum lunas – lunas. Waktu terus berjalan tapi badan tidak ikut bersemangat. Khawatir sama orang di rumah. Ini, itu. Terkadang merasa aneh, kok masih polos gitu.

dan kesimpulannya jelas, perasaan polos itu berasal dari hati yang murni, tak lain adalah effort 24 karat untuk mengabdi kepada Sang pencipta dan meng-goalkan sempurnanya rukun islam terakhir sebelum nyawa terpisah rumah dari badan fisik.

      Ada senyum kala itu, ….

      Dan rata-rata usia ketika keberangkatan adalah usia nenek-kakek. Karena jelas urusan finansial tidak melulu hanya untuk biaya keberangkatan, tapi juga kehidupan sebelumnya. Net income dari panen tak selamannya bisa ditebak, bahkan sering memberi kejutan. Di situ terkadang rasannya sedih beradu bangga. Kok segitu kuatnya.

    Sedikit lebih banyak saya belajar kepada mereka, rasa tulus!. IMAG6290

      …..bangga !!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s