Kepedulian dan Mahasiswa TA

         Seandainnya memang perjalanan menjadi mahasiswa itu benar – benar mulus hingga lulus jelas itu harapan dan ambisi yang bagus, sangat bagus sekali. Berprestasi, ketua organisasi, belajar hingga ke luar negeri, bahkan penelitian untuk skripsi dibiayai adalah sbuah jalan yang sangat – sangat mulus. Tapi yang jelas dan pasti nggak akan 10% lebih tiap angkatan mahasiswa di fakultas yang akan merasakan kenikmatan seperti itu, ya walaopun punya kedudukan tinggi di organisasi tapi lulusnya maksimal (>4tahun). Atau punya prestasi tapi jadi jarang ke kampus untuk membereskan makalah dan penlelitian. Retorika itu benar ada dan terjadi.

        Mungkin jika dianalogikan 10% mahasiswa per angkatan itu dapet kenikmatan lebih, maka dapat dimungkinkan 10% yang terbawah merasakan kesesakan,  Lulus deadline, banyak matakuliah ngulang, nilai – nilai bermasalah dibawah D (tergantung perguruan tinggi), atau scared with lecture skripsi. Dan yang jelas angka ini bukan angka mutlak, bisa lebih bahkan bisa tidak ada sama sekali ada per-angkatan. Butuh kajian tematis dan keberlanjutan. 

Sementara sisannya 80% mahasiswa adalah yang safe life, safe way. Lulus tepat waktu, ngabisin 144 sks, dan skripsian. Beres. Untuk urusan abis lulus ngapain, macem – macem tentunya.

         Mari kita melihat 10% yang tersesak. Barusan baca dari timeline kampus sebelah, bahwa yang menyebabkan mahasiswa lulunya lama dan bahkan DO ada 6 penyebab:

1. Males ngampus

2. Organisatoris

3. Terlalu banyak ngulang sks

4. Keasyikan kerja dan bisnis

5. Bermasalah dengan dosen

6. Skripsi

    IMAG6399

Suasana lomba karya tulis ilmiah di Bale Rucita, Rektorat Universitas Padjadjaran

   Nah, kalo 6 sebab itu kan baru diketahui dan dicompaile ketika semuanya udah terjadi kan!!, kalo ada MaBa nih, gimana cara deteksi dininnya? udah ketemukan cara untuk mencegahnya?. Ya, minimal walopun mengidap ke-6 penyebab tadi, masih dapat lulus dan dapet ijazah kemudian dapat tempat kerja yang layak. Baik direkomendasikan dari almamater atau dari kencangnya tekanan selama kemoloran di kampus.

    Kayaknya memang deh, TIM Bimbingan konseling kampus udah waktunya berembuk untuk membuat BLUE PRINT  yang ciamik, yang siap untuk membentuk mental kuat para mahasiswannya.

Kita siapkan juga, jiga masih menemui kawan yang bernasib tak secermelang kita untuk ikut menggandeng dengan erat, sebisa mungkin jangan sampai jatuh terlalu dalam. OK

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s