Mitos Domestikasi

       Orientasi diversifikasi pangan kita kira – kira ditentuin oleh hal apa ya?, kebutuhan atau trendi?. how many times domestication took place have been of primary food, here.

imageKronologi perkembangan tanaman domestikasi dan menjadi pangan primer (source:

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4035915/figure/fig02/)

      Kenapa penting untuk mengikuti pola dan alur domestikasi tumbuhan menjadi tanaman. Setidaknya sekalian review mata pelajaran rekayasa tanaman juga buat iseng nambah berkah. Okey, begini ceritannya, luasan lahan produktif di Indonesia ini luasanya nggak karuan, luas banget kalo boleh disebut. Yang tentunya nggak boleh ngeliat dari lahan di Jawa aja. Nah, isu berasisai semenjak ledakan dan surplus nggak abis – abis membuat masyarakat yang makanan pokok awalnya non-beras asli sedikit – sedikit bergeser ke beras. Entah karena kuatnya penyuluhan dari pemerintah, the power of gengsi, atau udah nggak ada hutan untuk sumber penghidupan pangan asli. Sorgum, Gandum, Hanjeli, Ubi, Jagun, Barley. Sklumit tanaman yang terus diusahakan menjadi tanaman pangan pokok pendamping beras, atau bahkan bisa menggantikan sebagian. Realisasinya? tunggu aja.

       Terkadang juga sayang sih kalo jagung kultivar asli daerah lenyap dan tergantikan kemurniaanya dari varietas rakitan macem – macem indukan dari luar negeri begitu aja. Seenggaknya kalo produk asli daerah itu walopun OP (Open pollinated) tapi produksinnya tetep stabil walopun udah keturunan keberapapun. Kalo produk komersial, cenderung udah kacau balau anakannya pada generasi F2 aja. Maka bersabarlah petani jika memilih benih unggul.

      Ubi – ubi berserat tinggi entah udah dikemanain, sagu juga udah mulai tergusur.

       Usaha perakitan kultivar – kultivar tanaman pangan potensial undah dikembangkan, sebut saja hanjeli dan sorgum. Tinggal kita untuk nyiapin dibagian hulunya, kemudahan produksi dan hasil akhir yang layak untuk diperjual belikan di masyarakat.

       Jelas udah bukan waktunya cuman bertanya “mengapa” tapi pertanyakanlah “bagaimana untuk memperbaikinnya”?!.

      image

Tanaman hanjeli di kebun percobaan Ciparanje, kaki gunung Manglayang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s