Hujan Bulan Ini

1tulis

 

Fig 120. Lahan sawah di Desa Hegarmanah beratar Gunung geulish, Jatinangor

Beberapa saat melamun ternyata tidak cukup untuk menutup memori – memori yang telah lalu. “Pak, can zuhur nya?” seorang bapak – bapak menghampiri.

Tiga tahun sembilan bulan sepeti debu tebal yang telah merangkul, mendekap tanpa sekat. Lebih erat daripada rumah kos. Hujan lebat tak kalah kuat jika sekedar menghapus dan melenyapkan semua tumpukan kisah ini.

“Adzan…”

Melihat awan mengepul seperti mau berucap sesuatu, padahal tak pernah rasanya punya harap untuk diberi petuah kala itu. “mari pak…!”, bapak yang belum sempat kuketahui namanya telah selesai wirid dan tidur panjangnya pasca solat berjamaah.

Masihan, masih saja sama lamunan dengan berfikir, sebuah kegiatan terfavorit tanpa beda yang selama ini terasa. Di atas tembok.

Agak dingin gemetar, kaki dan tangan memuai menjadi pucat putih, sangat berbeda dengan konversi muaian pada logam yang tetaplah berpijar cerah.

Harapan mestinya yang tefikirkan sekarang. Tak ada generasi yang sama untuk masa yang berbeda. Tak ada yang selalu muda untuk yang terciptakan.

“kang, reg dahar?”, inilah pertanyaan yang membuatku tersenyum dan siap untuk meninggalkan generasi tahan banting dimasa mendatang.

#hujanbulanini #MenuList #30haribercerita #Menulis #NangorMenulis #BelajarMenulis #AyoMenulis #day1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s