19

Rita sedang berfikir, sebentar lagi Rahma putrinya akan masuk sekolah untuk pertama kalinya memasuki kehidupan asli dan wajar ala anak – anak seusianya. “Sepertinya sudah waktunya mengajarkan jurus rahasia yang harus ku wariskan” Rita menggumam.

Rahma menangis, suaranya parau berisik di ujung ruangan. Suara khas pagi yang bisa dijadikan alaram bahwa sudah jam empat subuh, mempermudah tetangga untuk mengingatnya. Tentu.

“Apa bisa?” Renung Rita sambil menuju kamar Rahma kurang yakin. Mengingat Rahma begitu lekat dan selalu diberi kelembutan oleh Rita, sang Ibu. Bahkan untuk memulai pisah ranjang sebagai ritual kedewasaan, Rita hampir – hampir tidak bisa tidur seharian. Mengingat jurus ini harus diwariskan untuk kebaikan keluarga dan tentunya Rahma. Sedikit gocekan dan kelembutan akhirnya Rahma tidur kembali dari tangisnya hingga jam mandinya.

Hari itu datang juga, sebuah jurus rahasia. Jurus persiapan untuk menjadi lebih kuat tentunya.

“Rahma, udah siap alat-alat yang papa belikan kemarin?” Rita menghadap Rahma.

“Siap ma”, Rahma mantap.

“Bismillah”

Berbagai alat berat dan isi  – isian telah tersedia disekitar Rahma dan Rita. Tak banyak penawaran dan ba ..bi..bu. Wushsshshsh!!!.

“Ulangi setelah mama ya” Rita memulai jurunya

“Alip, Ba’, Ta’….!”

Suara pagi itu begitu menggelegar, penuh senyap dan terjadi begitu renyah. Sang ibu telah memulai mewariskan ilmunya kepada sang anak. Baca tulis kelas IQRO

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s