Merubah Waktu ala Kereta Api INDONESIA

2tulis

Fig 121. Persiapan tim kereta api ekonomi KAHURIPAN sebelum perjalananan menuju Stasiun Kiaracondong, Bandung

 

        Pernahkah merasakan Kereta Api yang melesat tepat waktu dan tiba tepat waktu juga di sini?!. Sepertinya pertanyaan ini tidak akan terjawab puas untuk yang naik kereta masih dan cuman 5 tahun ke belakang, ketika aku masih sering membuka pintu kereta dan duduk didepannya selama lebih dari tiga jam, ya masa – masa SMA (aliyah). Masalah waktu memang terkadang krusial terkadang juga tidak penting (sama sekali), ada berbagai tujuan dan preverensi akhir yang ingin dicapai. Mau sampai rumah tepat waktu, harga tiket lebih murah dari moda transportasi yang lain, atau mumpung bisa menikmati udara segar jarak jauh. eh..

           Bagaimana konsumen suatu transportasi itu menyukai dan terus memakai suatu kendaraan sampai berakreditasi “mania” bisa dilihat dari berbagai sudut pandang pengalaman. Bukan bermaksud sombong sih, walaupun jumlah dan kualitas pesawat Indonesia masuk Top Ten dunia ditambah sudah ada hanggar pesawat terbesar di dunia, pilihan menjadi “mania” transportasi perjalanan jarak jauh masih menjatuhkan diri pada kereta api. WAKTU!. (diluar emang harganya yang wiw!!.)

Ini bisa jadi pertimbangannya…..

      Mengutip penjelasan dari seorang penulis bernama Paras Tuti (KOMPASIANA’s), bahwa Edward Hall seorang ahli Antropologi berkebangsaan Amerika mengatakan orang Jepang termasuk dalam kategori Monocronic Time (M-Time). Kebalikannya yaitu Polycronic Time (P-Time), jika mengacu pada ciri-cirinya, orang Indonesia masuk dalam kategori ini. Orang-orang dalam kategori P-Time, bisa mengerjakan lebih dari satu kegiatan dalam satu waktu. Dan lebih mementingkan hubungan kemanusiaannya. Sedangkan orang Jepang yang termasuk dalam kategori M-Time, biasa mengerjakan kegiatan tunggal dalam satu waktu, dikerjakan dengan runtut sesuai tahapan, dengan begitu hasilnya sangat berkualitas tinggi ( Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/parastuti/mengapa-jepang-selalu-tepat-waktu_5529d044f17e61972bd623d1).

     Discovery Channel Asia pernah membuat sebuah video kenapa kereta di Jepang sangat tepat waktu (see on: http://www.youtube.com/watch?v=_rtxm30NULU) pada bulan maret 2014 kemarin. Dapat dilihat betapa kecilnya ruang kesalahan untuk para masinis, bahkan disebutkan rata-rata ruang kesalahannya adalah 0,19 detik! Saking ingin tepat waktunya, mereka menempatkan seorang pengawas yang bekerja untuk menemani masinis sambil mencatat waktunya (walo sejujurnya nggak begitu terkejut sih dengan pengukuran waktu ini). #ehm

clip_image001

       Dalam tulisan dalam Kotaku.com menambahkan bahwa yang menjadi rahasia ketepatan waktu kereta Jepang adalah perawatan rel dan perawatan kereta yang baik. Kereta akan direvitalisasikan setiap 4 tahun sekali untuk menjaga kualitas kereta supaya tetap dapat berjalan dengan sempurna. Kita (katanya) juga dapat melihat kondisi sasis kereta saat sebelum dan sesudah dibersihkan, bagaimana kerak dan karat yang menempel pada besinya dapat dibersihkan sampai tidak terlihat lagi. Ya jangan kaget kalo di kereta api kita, antara mesin AC (air conditioner) dan mesin di bawah gerbong sama – sama berwarna gelap. Segitu – gitunya, kereta ekonomi, sekali lagi ekonomi di sini. Waktu keberangkatan bisa lebih cepat 1 menit dari perkiraan waktu tiket kedatangan ke stasiun tujuan bahkan selama tiga tahun kebelakang sudah bukan kekaguman lagi kalau tiba ditempat tepat waktu, bahkan kelebihan waktunya bisa digunakan untuk cukur rambut terlebih dahulu. Tau sendiri kan bahwa kereta dengan tingkat ke-ngalahan terparah dan terpedih dimata konsumen kereta adalah yang berstatus “eknomi”. Memang kondisi ini baru – baru dirasakan sekitar tiga tahun yang lalu. Dari pembersihan pedagang asongan di dalam gerbong, pembersihan toilet secara intensif (hingga keluar toilet bau kita pengharum WC), pengaturan wilayah stasiun hanya untuk pemegang tiket resmi, perubahan retribusi harga tiket jarak jauh dan jarak dekat (keren), mulainya tiket bisa dipesan 90 hari sebelum keberangkatan, dan tidak boleh membuka pintu kereta ketika sedang berjalan.

clip_image002 clip_image003

          Orang Jepang sangat menghargai waktu, karena itu mereka selalu memberikan yang terbaik untuk menjaga waktu milik semua orang. Sesuatu yang sudah dicontoh di perkeretaapian Indonesia!.

 


#merubahwaktualaKeretaApiINDONESIA
  #MenuList #30haribercerita #Menulis #NangorMenulis #BelajarMenulis #AyoMenulis #day2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s