Kesan adalah impian yang tersiakan (piksi)

image

Fig. 150. Meja Penelitian “plant protections”

Sudah berusaha keras tapi tidak mendapatkan beasiswa, ke luar negeri!. Kebayang berapa harga yang harus dikeluarkan!. Rupiah dan dollar mengalir sederas kringat untuk berlari mendobrak pintu ruang tes EILTS, karena telat. “Jangan salahkan saya, salahkan budaya yang telah melahirkanku” ucap Somat setelah dimarahi bapak guru di SMA.
Kini sudah semester 7 di sebuah kampus ternama di Indonesia, tak satupun Apply ke kedubes di Kuningan, Jakarta yang katanya bersahabat itu memberikan konfirmasi dalam bentuk telpon, minimal dalam bentuk sms 114 kata saja!. Padahal beberapa Profesor dan supervisor bahkan sudah memberikan pintu selebar – lebarnya untuk melakukan penelitian di beberapa negara maju sana. Sebut saja Jepang, UK, dan Amerika, ujar Somat dengan sedih bercampur bangga ketika bercerita bersama mahasiswa asing di asrama 1.
Sekarang sudah lima tahun semenjak pertama kali submit persyaratan di cabang kedubes Jepang di Surabaya, tak kurang dalam belajar bahasa asing sudah puluhan tahun.

Saat ini, luar negeri, negara maju, dan pendidikan ala negeri luar sudah sangat dekat. Terasa di ujung nadi, bisa merasakan pelajaran ala mereka, dosenya, kualitas pengajarnya, dan fasilitasnya. Saat ini Somat hampir menyelesaikan studi luar negerinya, yang di Indonesia bisa disebut Diploma, tanpa menggugurkan atau mengambil cuti kuliah di kampus.
#Finlandia2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s