Disease “Tanaman”

            Penyakit tanaman merupakan kerusakan bagian tanaman (intinnya mah nggak diundang) sehingga tidak bekerjanya bagian tanaman secara normal, juga secara bertahap dapat menurunkan kualitas dan jumlah hasil panen (menurut gue, 2015). Bagian penyakit emang agak diistimewakan sih emang, mengingat perusak yang tidak diketahui tandanya (batang tubuhnya) secara kasat mata. Lainhalnya ama hama, kita masih duameteran dari tanaman aja tuh hama dengan PDnya masih meneruskan ritual “pencurian” tak bersalahnya tersebut.

         Ketika melihat efek dari penyakit tanaman yang paling merasa gelisah adalah petani dan mahasiswa penelitian. Kalo ngomong petani mah wajar kan ya! soalnya emang penghasilannya dari situ, lah kalo Mahasiswa?!.Boro-boro mau ripuh da lebih banyak alasanya daripada usaha penanggulanganya (sori pengalaman pribadi, 2015). Tapi tenang, tetep ngusahaain buat nyari solusi supaya gimana tanaman tuh tetep sehat dan normal apalagi sekarang dituntut musti organik, Nah loh!!.

IMG_1571

Fig 112. Daun jagung kena karat (kalo diliat di crobong mikroskop). courtesy in BALITSERAL, Maros

     Mengingat penelitian gue nanti insyallah tentang penyakit (kaya dokter-dokter gitu). Maka sepantasnya juga ditulis tentang penyakit juga kan ya! (nggak maksud sombong).

     Penyakit di tanaman itu agak aneh-aneh emang, dulu semester dua masih jelas paling-paling penyakit itu disebabin karena virus, (samar2 denger) viroid, bakteri, jamur, dan nematoda. Eh, kesini – sini ternyata ada lagi yang namanya virus like organism dan Fungus-like Organisms. Emang deh kemajuan zaman (atau gue yang kuper??!). Nah kajian yang lagi ditekuni sekarang itu mengenai penyakit antraknosa pada tanaman poacea yang pelakunya merupakan jenis dari jamur bernama Colletotricum graminicola, mungkin kalo orang udah dijitak tuh kepalanya. hh.

image

Fig 113. (a) Tuh jenis jamur yang akarnya nylonong nembus-nembus jaringan nggk sebaik yang (b) walaupun nusuk tapi mengikuti jalan (celah) alami yang ada di tanaman. Tapi intinya mah kabeh patogen! source pic: Paul Vincelli, UK

     Kalo antraknosa diamati itu di permukaanya di agak sombong nylonong timbul keatas gitu tuh konidianya, nah cuman karna kemarin pas pengamatan penulis belum menemukan posisi tersebut maka fotonya nggk ditampilin, maaf.

      Kemudian kenapa sih mesti ngamatin antraknosa ini!?!. Emang kalo jamurnya kan udah bisa nginfeksi dari umur vegetatif tanaman ditambah nyerangnya bisa lewat jalur udara pake spora yang berkeliaran itu. Dan katanya bisa menurunkan hasil panen sampek 50% pada tanaman sorgum. Kemarin pas liat tanaman sorgum sendiri di sawah, walo udah di semprot dan di beri (makanan) pupuk tetep aja tuh sorgum warnanya merah kecoklatan (redden brown) nggak karuan, tapi emang lebih mending daripada sorgum yang dibirkan lama sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s