Alone-nger

           Jika kita boleh memilih, misal kita bisa milih untuk nggak tau lagi tentang pertanian dan semua pasokan makanan, bahan pakaian, dan obat – obatan dari tanaman udah terpasok dari negeri sebelah. Dan apakah hal ini dipilih, apakah kita akan tega untuk melakukan hal tersebut. Walaupun memang kekayaan alam bumi pertiwi kerasa nggak ada kurang – kurangnya kalo di lihat angka potensi dan perbandingan ama negeri orang – orang ber musim empat atau luas geografisnya leutik!. Alam kitapun kalo di eksploitasi abis – abisan barang tambangnya dan lahan makanan kayaknya juga nggak bakalan abis dalam hitungan abad sejak hari ini.

          hal1Kembali menjadi bagian manusia pengkritik. Dunia emang luas tapi kalo yang dibahas yang nggak bisa digenggang secara langsung emang terasa kurang waras. Liat dulu aja potensi nilai tawar mahasiswa itu yang paling pas dan kuat dimana, dan disitulah melakukan gerakan optimasi atau perbaikan – perbaikan besar dalam waktu yang tentunya terbatas pada usia mahasiswa. Bisa diliat dari kekuatan yang paling valuable adalah berorganisasi di lembaga eksekutif atau legislatif, menjadi penulis ilmiah, membentuk kelompok alami berupa komunitas kecil, atau asisten penelitian alang kabut (tetap/emang nyari2 sendiri).

         Kenapa sih perlu mbahas hal – hal ginian y?! Sebenernya nggak hal2maksud untuk menjadi perendah diri. Hanya saja, kerasa banget pas kemarin dalam satu mata kuliah dengan seorang dosen yang emang membuat langkah – langkah taktis untuk jangka panjang dan jangka pendek di departemen sementara untuk resource-nya belum mau ikut untuk lari. Memang banyak orang – orang menyebalkan di dalam dunia ini, hanya saja kita emang semua diciptakan dalam bentuk fisik maupun kemampuan fikiran yang sama, namun ketika sudah masuk di perguruan tinggi dan jadi mahasiswa kita harus jadi manusia yang mempunyai kompetensi yang SAMA (tri darma PT). Hal ini yang perlu menjadi garis keras mahasiwa, menjadi pengkritik dunia kita (pertanian) dengan menyuarakannya dalam bentuk tindakan dan karya adalah hal – hal yang termasuk penyusunan langkah – langkah kecil tak terasa namun disitu Insyallah ada ketulusan dan kekuatan untuk bangkit dari keterjebakan “dogma” yang seolah – olah disampaikan dalam bentuk materi dan teori.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s