Si Numbu, Sorgum dari Timur

IMG_8253

Fig 94. Phose benih sorgum varietas Numbu Indonesia setelah umur penyimpanan 2 tahun. Source: BALITSEREAL, photo by. magungh       

     Balai penelitian dan pengembangan (BALITBANG) pertanian ini emang fokus pada pengembangan produk benih berkualitas. Penelitian dikhususkan pada produksi benih tanaman serealia yaitu, Jagung, Gandum, Sorgum, dan Millet. Balai tanaman serealia atau yang lebih dikenal dengan BALITSEREAL berumah di Maros, Sulawesi Selatan ini mempunyai spesialisasi yang bukan hanya perakit benih utama, tapi juga ikut menyeleksi tanaman – tanaman yang siap untuk membangun dan memperbarui pangan, pakan, dan energi nasional yang lebih baik dari segi molekulernya. Seperti halnya sorgum yang dikembangkan merupakan varietas yang tidak hanya produktif dari segi pangan atau pakan, tapi kandungan gula dan kadar alkohol (emang bener-bener bisa buat mabuk) pada batang siap untuk dijadikan suplai bahan bakar berupa bioetanol sebagai bahan bakar alternatif dan semoga tidak untuk oplosan ya! .

         Seperti yang telah dikenal secara luas, di Indonesia ada varietas Numbu yang dirakit dari galur IS 23509 dari SADC (South African Development Community) dan di terbitkan di tahun 2001. Si Nubu inii sudah mengawali langkahnya untuk memasok etanol hingga kadar alkoholnya 94% lho… dari hasil destilasi air niranya.

         Kemudian dengan usaha perbaikan galur – galur potensial yang ada secara terus – menerus dan tak pantang menyerah lahirlah sorgum berbatang manis varietas Super – 1 dan Super – 2 pada 2013 udah dilepas secara resmi ama BALITSEREAL, (kepala Lab. pembentukan varietas ini pembimbing waktu disana, thanks a lot Bu. Marcia).

        Produktifitas tanaman yang tidak habis sekali panen (ratun) juga menguntungkan dari segi ekonomi, baik perawatan, biaya tenaga kerja, ama usaha pengolahan tanah yang bisa lebih efisien (dari jagung atau singkong). Di Indonesia tanaman sorgum dapat dipanen 2-3 kali (Tsuchihashi dan Goto 2008), dengan sistem budidaya tanaman asal benih dan budi daya peratunan 1-2 kali abis tanam pertama pas pake benih. Hasil penelitian om Schaffert dan mang Borgonovi (2002) dengan sistem budi daya tersebut memperoleh total produksi 166 ton/ha biomas (selurh bagian tanamn) segar dalam tiga kali panen. Tanaman sorgum mampu beradaptasi pada daerah yang luas mulai 450 LU sampai dengan 400 LS, mulai dari daerah dengan iklim tropis-kering sampai daerah beriklim basah. Walaupun kondisi lahan Indonesia terkadang mempunyai sisi ekstrim seperti; lahan marginal, lahan bekas tambang, lahan pH rendah, musim kering yang berkepanjangan (bulan basah <6 bulan), menunjukan masa depan tanaman sorgum Indonesia masih akan terus berkembang. Dalam kondisi ini sorgum siap menjadi super sub-nya tanaman padi dan jagung sebagai sumber pangan dan pakan utama ketika keduanya tidak sanggup tumbuh optimal karena hambatan – hambatan abiotik (lingkungan).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s