Buku Winnetou III

         Karya Winnetou III oleh Karl May emang membius, tulisanya mengantar pembacanya untuk terus berburu sebagaimana Old Shatterhand menjelajah padang praire hingga ke padang pasir di dataran Amerika bersama Sans-ear. Walaupun tipe-tipe penjelajahan si Karl alias Charley alis Mr. Jones dari 2 buku pendahulunya ini mirip, baik cara membaca jejak musuh hingga cara menguping, tapi selalu memberi kisah kemelut yang berbeda dengan tingkat ketragisan yang belum bisa di ketahui hingga benar-benar menyelesaikan tiap babnya.

      CAM00548 Di Winnetou III ini seperti judulnya “ Winnetou Gugur”, dikisahkan (pada bab akhir) tentang berakhirnya nyawa Winnetou karena terkena tembakan musuh dari suku sioux. Walaupun pada ahirnya Winnetou juga sempat merasakan dunia moderen dari sebuah hotel milik seorang seniore hingga minuman ala barat yang tentu keduanya di tolak oleh Winnetou. Disini juga ada dua kisah besar, yaitu perburuan mencari para pembunuh bengis dan perompak logam mulia yang juga memanfaatkan para kulit    Fig 92. Disela-sela belajar ngolah data

merah (sebutan untuk suku indian) Fred Morgan yang menjadi musuh utama sans-ear alias Sam, dan Santer yang di Winnetou I telah membunuh ayah Winnetou dan kakak perempuanya.

      Old Shatterhand yang dalam setiap kisahnya selalu  bersama partner baru yang baru dia kenal dijalan lagi-lagi juga berurusan dengan usaha pembebasan nyawa kawan-kawanya yang telah disandera oleh suku Commache yang saat itu dalam pengendalian  Fred morgan. Dan juga Old Shatterhand hampir mati karena tertangkap oleh suku Kiowa karena kejelian Santer memanfaatkan kondisi untuk menjebak Old Shatterhand dan mengincar wasiat Winnetou yang isinya adalah tumpukan emas yang telah dicari-cari sejak di buku Winnetou I.

     Secara keseluruhan buku ini memang mirip-mirip dengan buku sebelumnya, kerendahan bercampur sombong ala greenhorn-nya Old Shatterhand. Kisah yang paling menjadi sorotan pembicaraan adalah pada kemampuan berkelahi dan cara menembak dengan senapan tua ketika bertemu dengan sesama pemburu praire yang baru bertemu dan tentunya tidak langsung mengungkapkan nama kerenya. Tapu yang paling hebat darinya adalah kemampuan berargumentasi yang mencegah kematianya sendiri atau para kawanya ketika menjadi tawanan suku indian.

      CAM00550

Fig 93. Seperti seri – seri sebelumnya, cover  Winnetou III mirip hanya berubah warna ungu gelap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s