Cara nentuin kebutuhan air pada tanaman

           Kebutuhan air tanaman sorgum untuk dapat berproduksi optimal adalah 400-450 mm, lebih rendah dibandingkan dengan jagung yang membutuhkan air 500-600 mm selama pertumbuhannya (FAO, 2001).

            Penentuan ETA (Evapotranspirasi Aktual) yang menjadi acuan untuk mengetahui kebutuhan air bagi tanaman di lapangan dapat menggunakan lisimeter, yaitu tangki yang diisi dengan tanah, ditanami dengan tanaman tertentu, dan diletakkan
pada lahan terbuka (Fig. 82). Penggunaan tangki evaporasi ini sangat praktis karena hanya satu parameter saja yang diukur. Parameter tersebut selanjutnya digabungkan dengan informasi kebutuhan air tiap musim, umur tanaman sorgum, dari luas lisimeter sehingga kebutuhan air harian atau dekade dapat dihitung dengan mudah.

fig 82

Fig 82. Tata letak penempatan lisimeter di lapangan

        Ketepatan pemberian air sesuai dengan fase pertumbuhan tanaman sorgum menentukan tingkat produksi tanaman. Periode pertumbuhan tanaman sesuai dengan tingkat kebutuhan airnya dibagi menjadi lima fase, yaitu fase pertumbuhan awal, fase vegetatif, fase pembungaan, fase pengisian malai, dan fase pematangan.

Ketemu nih batesan-batesan fase pertumbuhan selama pengamatan ETA.

tbl

          Dari cara sederhana ini nantinya bisa diketahui kebutuhan air spesifik wilayah pada masing-masing varian sorgum.

Reference:

FAO. 2001. Crop Water Management-Maize. Land and Water Development Division (www.fao.org). p. 3-8

 

Source: Aqil, Muhammad dan Z. Bunyamin.Pengelolaan Air Tanaman Sorgum.Maros:Balai Penelitian Tanaman Serealia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s