Lewat dan Barokahnya Jogja

IMG_1122

 

Jalan-jalan dari shelter TJ (Trans Jogja) terakhir menuju Stasiun Lempuyangan.

IMG_1124IMG_1125Nemuin jalan yang ginian tentrem sehabis dari kota penuh kendaraan Bandung-Sumedang. Masyallah…

 

 

 

Rata-rata warung atau tempat-tempat jualan agak menjorok kedalam dari batas trotoar, jadi ada kesempatan kita untuk tempat pedestrian (jalan kaki) lebih nyaman.IMG_1127IMG_1126IMG_1129IMG_1130

IMG_1133

Nih keren kata-katanya dari spanduk KPU dan POLDA DIY. “ Ojo Rumongso Biso, Ananging Sing Biso Rumongso”. Jangan merasa bisa, tetapi bisalah untuk merasakan. ~ngggk ngerti nih ngutip dari falsafah siapa, tapi keren pokoknya.

IMG_1128

entah ni orang Sunda yang pindah ke Jogja atau orang Philipin yang jualan beras.  “Beras Fanda”

 

WELCOME TO STATION LEMPUYANGAN

IMG_1135IMG_1137

IMG_1136

Tim pemeriksa tiket di Stasiun Lempuyangan ini bisa bahasa inggris, jadi tenang aja bagi elo yang udah bosen nge-check tiket kereta api pake bahasa Indonesia, Boleh dicoba disini.IMG_1139

Kereta Api Ekonomi Express + full AC LOGAWA (Bukan Lodaya) Siap berangkat, Pemberhentian akhir Stasiun Jember. //berhenti juga di St. Nganjuk dan Kertosono.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s