Kedokteran dan Pertanian

      Kalo mahasiswa yang mau jadi dokter ada spesialisasi. Kalo mahasiswa pertanian yang udah mau penelitian peminatan dulu. Emang sih, tekanan ketika menjadi mahasiswa itu bisa ditimbang dari pelakunya sendiri mau kedokteran subjek atau kedokteran objek (non-manusia).  Hanya terkadang effort yang dibawa ketika berkaitan langsung dengan manusia mesti dan harus tinggi.

     Kalo di kedokteran ada spesialisasi organ atau keahlian menangani sesuatu miss di tubuh manusia di pertanian juga nggak beda-beda jauh, ada spesialisasinya juga. Spesial produksi, perawatan, kesehatan tanaman, atau menjaga nutrisi (dari media tumbuhnya).

      Nah, di pertanian itu missing untuk mal-praktek masih lebih tinggi tingkat tolerannya (ya iyalah kan beda objek). Dengan pertimbangan itu mungkin saja pemberdayaan pangan nggak seheboh dan se-nyentrik di kedokteran (akademik). Hal ini sih yang kadang ngebuat geli juga. Soalnya  effort kebangun juga dari kebanggaan akan objek penelitianya, dan ketika membicarakan dunia pertanian? semuanya mengambil rata-rata yang sama, ekonomi. Kepemilikan tanah itu luarbiasa jadi primadona di kawasan kota atau yang mau jadi kota, padahal ini nih sarat basic kalo mau nanam kan!. Beda kalo dokter udah ada di Rs atau tempat praktek.

    Pertanian itu mirip harga mie, harganya segitu-segitu saja. Nggak bisa eksklusif, kecuali di trade mark luar negeri dulu baru bisa premium dan ekslusif tuh liat barang-barang organik harga selangit.

      Intinya apa sih, mbandingin kedokteran dan pertanian!. Sekali lagi ini tentang usaha atau effort yang didukung dari kebanggaan. Pertanian itu ngebanggain banget, nggak mungkin nggak bos, cuman rasa fisik akan kebanggaanya nggak secepat dan seindah kemanisan di dunia kedokteran, mesti dibangun, dimulai, dan diusahakan dulu. Pertanian itu segalanya. Bahan utama pembentuk struktur tumbuh manusia. Alat utama untuk menyatukan dan memperkenalkan dengan lingkunganya. Penjaga keberlangsungan suatu pola sosialisasi terjaga erat, dan Bahan anti konflik.

Bangun dari pengetahuan tematik, pake bahan dasar effort dan selimuti dengan doa, supaya antara niat, tujuan, dan tindakan tetap sirotol mustaqim. Insyallah

#MenujuPeminatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s