Lautan Pangandaran: Potensi dan Konservasi

Mestinya bisa disajikan dalam tulisan tentang perjalanan di pantai pangandara bareng temen – temen kelas kemarin. Hanya saja ketidak sadaran dari awal, jadi kepikiranya cuman mau main dan rekreasi sambil ngelepasin penat UAS (yaaa Curhat nih…). tapi coy asal tau aja ya, pangandaran itu keren, garis pantainya panjang, batas pasirnya membujur dengan posisi cenderung datar (lupa istilahnya apa), kan biasanya ada pantai yang pasinya agak menjorok banget tuh sama airnya (kalau pernah ke kute-dreamland di Bali dan pantai tambak di Blitar pasti tau), bisa snorkling, naik prahu, menjejaki pantai timur yang konon pernah dihempas sama si tsunami, tapi jangan bandingin sama Aceh Beda!.

imageHabis tuh,makan. Yap makan dari hasil laut yang bikin perut lapar bisa tidak nafsu makan sama sekali karena ngeliat harga seporsinya (baca: satu jenis hidangan). Tapi memang sih, kualitas ditentuin sama harganya, beda memang antara udang kecil sama udang besar apalagi lobster lembut pisan di lidah bro (awas ngiler).

Cuman ada beberapa hal yang perlu ditarik garis di Pangandaran, Jawa Barat ni, terumbu karang memang bisa di lihat di pantai Barat yang airnya tenang cuman entah kenapa pas dilihat banyak bagian yang berwarna butek, apakah memang polanya begitu untuk laut yang dangkal karangya butek atau gimana masih sekedar hipotesis. Terus bau ikan bekas di pantai timur begitu mencekam bagi yang tidak biasa, cuman anehnya ketika hujan turun bau itu terasa lenyap ditelan bumi, dengan kesimpulan begini: berarti bau ini dibuat atau disebabkan secara sengaja dan sudah dianggap biasa (Ingat ini Hipotesis). Memang disini (Pantai timur)bekas tsunami tahun 2010, sekarang saja suara menggemuruh dari ombak terus terdengar tapi sekarang sudah dibangun tanggul semen dan batu yang cukup kuat walaupun masih terasa ngeri juga ngeliat masih ada plang – plang kuning hitam penunjuk arah evakuasi dan peringatan tsunami yang masih terpancang rapi.

Tentunya alam punya mekanismenya sendiri untuk memperbaiki diri, cuman kalau sebagai penikmat alam tidak menyadari itu maka kerusakan akan terus mendekat. Kebijaksanaan dari masing – masing individu sangat diperlukan disini, salinglah menjaga dengan caramu sendiri.

Be the best for your future seas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s