Case 0: Saat sedekah dikala segalanya serba berkecukupan

image

Segala yang murni itu diperoleh dari kekeruhan, seperti halnya dari proses memperoleh  emas. Ingat ketika dulu masih Madrasah Ibtida’ (SD) kalau diberi pertanyaan arti ikhlas adalah melakukan segala sesuatu tanpa pamrih (mengharap imbalan). Alhamdulillah hingga dewasa menjadi mahasiswa sekarang persepsi tersebut masih rawan melekat dan menjadi pedoman bersedekah. Ikhlas apakah keadaan seseorang yang benar – benar melepas tanpa harap kembali? nah ini yang jadi pertimbangan, pahala, ganjaran, surga, dan timbal – balik untuk sebuah ridlo diletakan di sebelah mana jadinya!.

Karena saya juga anak ngajinan yang serba sami’na wa ato’na, maka langsung saja apa yang diperintah baik oleh Ustad dan ustadah baik langsung cemon wae! namun tidak terlepas dari background seorang penyuka palajaran fisika yang lebih banyak membanding – bandingkan dan merumuskan hubungan sebab akibat. So,  disuruh sedekah sok , ngiring wae atuh!!

Kalau butuh ada, kalau mau lebih- ada, ada sekolah fasilitas lengkap, pendaftaran tidak terbengkelai, mau ibadah tinggal ibadah, rumah nyaman, transportasi lengkap, sekolah nggak minta beasiswa dapat beasiswa, dan belum punya hutang – hutang yang segede raksasa. Kehidupan ini semua serba berkecukupan, bahkan sudah biasa tidak beruang saku sejak RA (TK) hingga mahasiswa. Kalau begini kiri – kira hasrat untuk bersedekah dari mana? kebanyakan kalau bersedekah karena punya hajat yang menyangkut tentang permasalahan rumah tangganya, entah punya hutang banyak, PHK, dan lain sebagainya.

Karena butuh akibat dari sebuah sebab sedekah, maka uji Lab-pun dilakukan, ini alat dan bahanya:

1. Uang sepunya-nya

2. Mau masuk perguruan tinggi (yang negeri)+biaya

3. Ke rumah yatim atau tukang becak

4. Doa

Hipotesis: “Apakah ada akibat dari sedekah terhadap pengumuman masuk Perguruan tinggi (yang negeri)”

Waktu pelaksanaan: Malam hari sebelum pengumuman

hehehe….., bukanya menambah kebingungan namun apakah hal itu berakibat baik atau tidak tentunya kalau orang yang terlalu banyak tanyanya, dan suka mengritik perlu ada penelitian lebih lanjut.

Begini hasil dari penelitianya setelah semalam bingung+berharap. Kabar gembira datang dari teman – teman yang pas pandaftaran seleksi masuk PTN undangan gagal, hari – hari itu sudah pada diterima di temapat yang diinginkan. Nah sekarang nasib saya dan teman dekat saya (tetangga) bagaimana ini, sudah mengikuti tes ini itu belum berhasil dan masih menunggu sentuhan terakhir dari Allah setelah tes di politeknik surabaya. Malam hari, karena fikiran dan jiwa sudah bingung langsung saja pergi bareng temen ke panti untuk memberlakukan penelitian diatas yaitu bersedekah, gak tanggung – tanggung semua uang yang dipunya langusung pluung saja. Hari ini lebih dari sekedar berharap untuk mampu masuk dan mambayar biaya peddaftaran yang berkisar 5-22 juta, kami dari keluarga menengah kalau mau bisa jual montor untuk masuk kuliah, namun fikiran kami beda kami ingin Allah ikut, ikut mambantu, dan meridoinya. karena sudah lelah menunggu dan gagal masuk tes. Disinilah hipotesis ini terjawab, ikhlas itu tanpa pamrih kepada manusia dan hanya dipersembahkan untuk Allah. Kalau berharap kepada temen, tetangga, wanita, yang ada serba ketidakpastian. Kalau kapada Allah segala disesuaikan dengan kehendakNya, dengan penuh sekenario yang mengharu-piru, hingga senyum dan air mata bisa bersanding ketika Allah memberikan keputusanya untuk kita. Bagaimana uang pendaftaran 5 juta lebih bisa kami bayar, setiap hari makan saja kami masih mengemis kepada orang tua. kalau malam itu terkumpul sekitar 3 ratus ribuan. Dan Alhamdulillah, malam itu pengumuman diajukan, dan nama – nama kami terpampang didalamnya berderet dengan temen – temen yang lain. Insyallah inilah yang saya kenal dengan ikhlas, segala sesuatu yang tidak pamrih kepada manusia dan dihadapkan kepada Allah. Indikasinya sedekah ini berhasil, kita mendapat ganjaran dari Allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s