Andai saya mendapat beasiswa ke luar negeri

      Sebenarnya apa yang menjadi mutu dan mafaat dari belajar belajar ke luar negeri, jelas untuk pendidikan di tanah air kita dianggarkan oleh pemerintah begitu besarnya. Apakah untuk menunjukan eksistensi atau untuk memamerkan kepada adik kelas bahwa sudah bisa keluar negeri.

    Inilah tantanganya ternyata, dari sekian banyak pengalaman senior dan dosen yang mengajar saya di kampus. Ternyata pendidikan di luar negeri (baca: negara maju) sudah mempunyai sistem pendidikan yang tertata rapi, selain tentunya anggaran yang luar biasa besar juga, dan sudah terjamin dengan kualitas pengajarnya di setiap sekolah, kampus – kampus yang mempunyai keluaran pelajar – pelajar yang jadi orang beneran!. Sementara Kita selama ini masih belajar untuk menata ulang sistem pendidikan yang ada di bangku – bangku kelas kita kan, mulai TCL(Teacher center learning) hingga SCL (Student center learning). Karena dirasa selama ini kita hanya menjadi pelajar pasif yang kurang mengembangkan keaktifan dan membunuh kekreatifan.

     Para senio dan dosen pengajar saya biasanya melanjutkan pendidikan keluar negeri denga harapan bisa memberi virus – virus baik, yang akan memberi hasil cetakan yang bermanfaat dalam jangka panjang kepada para mahasiswanya. Walaupun banyak juga yang tidak mau pulang dan membelokkan tujuan tersebut untuk gaji dan kenyamananya sendiri.

     Dulu pikiran saya jika bisa ke luar negeri setelah lulus SMA bisa memberi motivasi dan greget kepada adik – adik kelas saya supaya tidak terus minder dan merasa kurang pintar. Karena sekolah saya SMA (aliyah) di Kota Blitar sering kalah bersaing dalam bidang akademis dengan SMA – SMA di Kota Blitar (lihat SMAN 1 Blitar, SMAN 3 Blitar). Dengan ukuran yang jelas saat Try out, olimpiade, dan memang benar para siswa di SMA  disana sudah biasa dikirimkan ke luar negeri.

    Saya dan kawan – kawan meminta kepada Allah untuk diberi kesempatan research di salah satu Universitas di Jepang, dalam pengertian selama ini (semoga tidak salah), saya ingin mendapatkan beasiswa ke luar negeri terutama ke Jepang karena berasal dari Fakultas Pertanian, dan Jepang adalah salah satu negara yang pertanianya benar – benar berkualitas yang telah dibantu dengan teknologi terkini tanpa mengeyampingkan akan rasa hormat terhadap sunnatullah (alami). Pertanian di Jepang mampu membuat mesin yang dapat membantu petani mulai dari proses pra tanam hingga proses produksinya, mereka juga mampu membuat pabrik tanaman yang semua proses pra tumbuh tanaman tersebut sudah di tata dengan sedemikian rupa.

      Keadaan sekarang memang lebih berat, apalagi setelah saya berhasil duduk di bangku perkuliahan. Walaupun kesempatan lebar, namun spesifikasi untuk bisa belajar keluar negeri semakin sulit juga tentunya. Teringat dulu sering baca buku yang menggambarkan tentang Jepang, mulai novel, buku pelajaran, hingga catatan mahasiswa Indonesia di Jepang. Ada salah satu kisah yang menarik juga dari Jepang, ketika era Restorasi Meiji pemerintah mengirimkan para pelajarnya ke dunia barat untuk mempelajari ilmu – ilmu modern agar bisa kembali ke negara dan membangun kampung halamanya. Hal ini juga pernah dilakukan oleh Bung Karno presiden pertama kita.

     Dan satu lagi yang akan kita bangun di Indonesia dari Jepang, Mereka (kaum terpelajar) melakukanya demi negara, demi rasa cintanya terhadap tanah airnya.

     M. Agung Hidayat

Fakultas Pertanian 2012

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s